ANTARA Setia Menjadi Media Pejuang

Foto Adrian Tuswandi

- Pasca-kemerdekaan: Antara memindahkan kantornya ke Yogyakarta pada 1946 dan kembali ke Jakarta pada 1949.

- Perubahan status: Pada 1962, pemerintah mengambil alih NV Kantor Berita Antara dan mengubahnya menjadi lembaga pemerintah. Pada 2007, status Antara diubah menjadi perusahaan umum (Perum).

Hari ini, Antara menjadi salah satu kantor berita terkemuka di Indonesia, dengan kerja sama internasional yang luas dan layanan berita yang akurat dan cepat.

ANTARA awalnya menjadi penyiar semangat merdeka lewat goresan jurnalis nya waktu itu, meski waktu berdiri namanya tidak ANTARA, tapi andil jurnalis nya mampu membakar negeri terjajah untuk lepas dari belenggu penjajah.

Masa awal-awal merdeka, ANTARA tetap komit sebagai media pejuang, sehingga itu dipastikan darah juang tak lepas dari lembaga berita ini, sampai negara memutuskan ANTARA sebagai Kantor Berita Negara.

Dalam perjalanan ke kinian, mulai generasi boombers hingga milenial bahkan Gen Z sekarang ANTARA tetap mempertahankan DNA sebagai media pejuang.

Kekinian dan kedepan, di era psywar media, ANTARA tetap kukuh menjadi 'buzzer' negara.

Lembaga yang berada di Kementerian BUMN ini tetap kukuh dengan DNA sebagai pers dan media pejuang.

Sangat tidak mungkin ANTARA ikut menyerang program dan kebijakan negara, sehingga itu cirkle media ini sering dianggap unik oleh publik pembacanya.

ANTARA dengan tagline berita dari sumbernya tidak bisa dikatakan jurnalis ikut-ikutan trend media, dia berdiri tegak bekerja memberitakan kebijakan negara yang dijalankan oleh presiden tanpa mengangkangi kaidah kaidah jurnalistik.

Banner InfografisBanner - Gor
Bagikan

Opini lainnya
Terkini