Pukat Harimau Masih Marak, Padahal Sudah Dua Orang Ditangkap

oleh -157 views
Meski.sudaj tertangkap dua orang, menurut warga kapal pukat harimau masih marak di laut Pessel, Rabu 11/9 (foto: dok/niko)

Painan,–Belasan Pukat Harimau masih terus aktif beroperasi di Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar.

Padahal dua orang nelayan pukat harimau sudah ditangkap tim Patroli dari Dinas Kelautan Perikanan Sumbar pada Senin lalu 9/9. Tapi tak menciutkan pelaku pukat harimau di lautan Pesisir Selatan.

Eko 24 tahun, warga disana dengan mengambil rekaman video pasca penangkapan.

“Senin lalu 9/9 sudah ada yang tertangkap bang, tapi pada Rabu 11/9, mereka (nelayan pukat harimau-red) beroperasi lagi. Saya lihat ada belasan kapal beroperasi hari ini bang,”ujarnya kepada wartawan di Painan.

Syaiful Ardi, tokoh masyarakat Pesisir Selatan meminta persoalan pukat harimau yang membuat heboh nelayan tradisional di Kecamatan Linggo Sari Baganti agar dapat dituntaskan.

Penuntasan itu, lanjutnya selaras dengan upaya penegakan hukum yang menjadi kewenangan pihak terkait.

Menurutnya persoalan itu jangan dibiarkan berlarut dan berkepanjangan dan nantinya berpotensi menimbulkan asumsi seakan-akan terjadi pembiaran.

“Jangan sampai ini terjadi, masalah pukat harimau ini sebetulnya sudah sejak dari dulu. Mesti ada upaya maksimal agar lautan Pesisir Selatan bersih dari operasi pukat harimau”tegasnya.

Syaiful yang gencar dari awal menyuarakan keluhan nelayan tradisional Sungai Kandih di Kecamatan Linggo Saribaganti memberikan apresiasi kepada Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Sumbar.

Ia mengapresiasi karena DKP Sumbar bersama tim Patroli telah berhasil mengamankan dua orang nelayan pukat harimau Senin lalu (9/9) yang selama ini meresahkan masyarakat. Kedua orang nelayan pukat harimau yang tertangkap tim patroli inipun sudah diserahkan kepada Polda Sumbar.

Namun terangnya, upaya penindakan jangan berhenti di situ saja. Sebab masih banyak lagi jumlah pukat harimau yang masih berkeliaran disana.

“Tidak cukup hanya efek jera saja, semua pukat harimau harus dikejar sampai ada kepastian mereka tidak beroperasi dan main kucing-kucingan dengan petugas lagi,” sebutnya.

Syaiful menuturkan kinilah saatnya DKP Sumbar harus solid menuntaskan persoalan pukat harimau

“Jangan sampai di sini saja, DKP harus memberikan kepastian kepada nelayan tradisional agar tidak ada lagi pukat harimau beroperasi di Pessel,”tukasnya.

Sebelumnya, Kepala DKP Sumbar, Yosmeri mengatakan pihaknya bersama tim terpadu sudah melakukan patroli di area peraiaran laut Kecamatan Linggo Sari Baganti.

Kepada wartawan dikatakan dari kegiatan patroli tersebut membuahkan hasil dengan menangkap dua orang nelayan pukat harimau.

“Satu unit kapal berisi tiga orang nelayan berhasil diamankan, namun satu orang loncat ke laut. Dalam insiden tersebut, kapal patroli pengawas laut DKP mengalami kerusakan akibat ditabrak pukat harimau,”tukasnya.(niko).