Allhamdulillah, Unand Luluskan Sebelas Insinyur

oleh
Rektor Unand Prof.Tafdil Husni mengalungkan medali kepada Dekan Fakultas Teknik Unand, Insannul Kamil yang menjadi lulusan pertama program studi profesi insinyur, program pasca sarjana Unand.(foto: humas-ftua)

Padang,—Program Studi Profesi Insinyur, merupaka Program Pasca Sarjana Universitas Andalas (Unand) Kamis 10/1 kemarin melakukan prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah sebelas insinyur di kampus Limau Manis.

“Unand merupakan universitas yang pertama kali mendapatkan mandat izin penyelenggaraan program studi profesi insinyur dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang diberikan kepada 40 perguruan tinggi di Indonesia, tahun 2017. Alhamdulillah, hari ini Unand berhasil mencetak 11 insinyur lulusan Program Studi Program Profesi Insinyur Unand, ini merupakan tonggak sejarah baru di Universitas Andalas,”ujar Rektor Unand Prof. Tafdil Husni.

Tafdil mengatakan program profesi insinyur sama dengan lulusan kedokteran, farmasi dan akuntasi yang begitu lulus baru diberikan gelar Sarjana Kedokteran, Sarjana Farmasi dan Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi.

“Para lulusan itu diberikan kesempatan untuk mengambil gelar profesi untuk bisa jadi dokter, apoteker dan akuntan,”ujar Tafdil.

Tafdil menekankan bahwa keberadaan insinyur merupakan tuntutan zaman. “Karena dalam era persaingan yang sarat perkembangan teknologi saat ini yang disebut dengan era digital atau revolusi industri 4.0 apalagi dalam skala global dituntut adanya profesionalisme,”ujar Tafdil.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Teguh Haryono menyampaikan program profesi insinyur di Indonesia untuk Sumatera ini di mulai dari Padang berdasarkan catatan PII.

Ia berharap dengan kehadiran insinyur-insinyur baru di Universitas Andalas baru dapat berkontribusi untuk memecahkan berbagai persoalan dan tantangan masa depan yang dihadapi masyarakat serta dapat bersaing secara global.

“Banyak tantangan yang dihadapi insinyur ke depan termasuk di Sumatera Barat dan harus mengupayakan inovasi dan nilai tambah serta menjaga kode etik insinyur,”ujar Teguh.

Menurut Teguh, insinyur harus selalu dan terus menerus belajar agar bisa meningkatkan kapasitas dan mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Dan dalam melaksanakan profesinya insinyur harus selalu dapat menerapkan prinsip keselamatan kerja, termasuk melindungi masyarakat,”ujarnya (rilis: humas-ftua).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *