Bertemu Walinagari Terpilih, Hj Nevi Bicarakan Ini loh..

Hj Nevi Zuairina berdialog dengan Walinagari terpilih di Agam, siap bersinergi garap potensi potensial di nagari se Kabupaten Agam dan fi Dapil Sumbar II, Minggu 23/1-2022. (dok)
Hj Nevi Zuairina berdialog dengan Walinagari terpilih di Agam, siap bersinergi garap potensi potensial di nagari se Kabupaten Agam dan fi Dapil Sumbar II, Minggu 23/1-2022. (dok)

Agam --  Sssttt, Anggota DPR RI ketemu Walinagari terpilih di Kabupaten Agam, ada apa ya? Apa atau apaa? pasti itu anggapan banyak pihak.Padahal Anggota DPR RI asal Sumatera Barat II, Hj. Nevi Zuairina bertemu siapa saja di Daerah Pemilihan (Dapil) sendiri sudah terbangun sejak mengemban amanat menjadi wakil rakyat.

Hj Nevi Zuiarina sosok politisi perempuan yang punya agenda akhir pekan turun  lapangan ke Dapil Sumbar II."Tak peduli reses atau apa agenda DPR RI, saya tetap punya agenda akhir pekan turun ke Dapil, temui konstituen," ujar Hj Nevi Zuaiirna yang terlensa kamera Minggu 23/1-2022 sedang di Agam.

Hj Nevi memilih Kabupaten Agam sebagai lokasi kunjungannya untuk berdialog dengan tokoh masyarakat setempat.Pasca pemilihan walinagari serentak beberapa waktu lalu, telah terpilih para wali nagari yang merupakan tokoh lokal yang akan memimpin nagari-nagari.

"Allhamdulillah ke Kabupaten Agam, saya diberi kesempatan bertemu, berdialog dan menyambut aspirasi Walinagari  terpilih," ujar Hj Nevi Zuairina.Pertemuan dengan para wali nagari ini di Agam kemarin kata Anggota DPR RI Fraksi PKS dalam rangka merencanakan membangun negeri pada masa yang akan datang.

"Hal-hal yang bisa dikerjasamakan, termasuk menyerap aspirasi-aspirasi mereka akan menjadi bahan kami pada masa persidangan yang saat ini terus berlangsung hingga akhir februari sebelum masuk masa reses”, tutur Nevi.Legislator Sumatera Barat ini mengatakan, Kabupaten Agam memiliki spot-spot wilayah atau daerah yang dapat dikembangkan sesuai potensinya. Kabupaten ini dilalui wilayah pegunungan yang terbentuk dari 2 jalur basin.

Kabupaten Agam memiliki garis pantai sepanjang 43 km dan sungai berukuran kecil yang bermuara di Samudera Hindia, seperti Batang Agam, dan Batang Antokan. Lebih dari 38,1% luas kabupaten ini, atau sekitar 85 km² merupakan daerah yang masih ditutupi hutan lebat.Hj Nevi melanjutkan, Kabupaten Agam akan dapat menemukan potensi-potensinya yang tersebar di 16 kecamatan dan 82 Nagari dimana Luas wilayahnya mencapai 1.804,30 km² dan penduduk 524.906 jiwa berdasar sensus penduduk tahun 2017.

“Di masa yang akan datang, sinergi pusat dan daerah akan dapat mempercepat proses pembangunan baik sarana fisik maupun ilmu pengetahuan. Komunikasi dengan wali nagari sangat penting untuk menyambungkan antara kebutuhan dan alokasi program baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Kebutuhan atau aspirasi dari wali nagari akan sangat valid karena mereka yang bergelut di masyarakat dan mengetahui persis semua kebutuhan yang ada di lapangan,"ujar politisi PKS ini.Anggota DPR bekerja di di Komisi VI ini mencontohkan program kegiatan yang bersifat ilmu pengetahuan adalah pelatihan-pelatihan atau pendidikan yang ada di tanggung jawab sosial perusahaan atau kementerian untuk meningkatkan skill kelompok masyarakat.

Misalnya pendidikan peningkatan pengelolaan keuangan pada UMKM, pendidikan pelatihan wirausaha baru pada skala kecil. Sedangkan untuk sarana-prasarana, misalnya pada pembangunan sarana ibadah, pendidikan atau bahkan bantuan alat mesin pertanian dapat diupayakan sesuai aspirasi dan disetujui dalam bentuk verifikasi.“Semoga komunikasi-komunikasi dengan wali nagari ini dapat terus berlanjut, merata se Sumatera Barat, bukan hanya satu kabupaten kota saja. Semakin banyak bersilaturahmi, semakin terbuka kesempatan untuk membangun kerjasama dan meningkatkan kualitas sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah,"ujar Nevi Zuairina.(nzcenter)

Editor : Adrian Tuswandi, SH
Banner Infografis
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini