Hhmm, 'Randang Salamaik' Nan Dicari

Randang kuliner khas minang jadi makanan terlezat di dunia. (foto: google)
Randang kuliner khas minang jadi makanan terlezat di dunia. (foto: google)

[caption id="attachment_771" align="aligncenter" width="664"] Randang kuliner khas minang jadi makanan terlezat di dunia. (foto: google)[/caption]Padang,---Randang (rendang) memang telah diakui sebagai makanan terlezat se dunia, Rendang itu kuliner asli dari ranah Minang Sumatera Barat, bahkan Sambal Randang bisa merajut berbagai etnis untuk duduk satu meja.

Hhhmm, membahas Randang tak pernah habis-habisnya, ada banyak kisah yang bisa diceritakan dari kuliner khas Sumbar itu.Sebut saja Sekretaris DPW PAN Sumbar, Anggota DPR RI 2009-2014, Taslim Chaniago, punya kisah untuk mendapatkan samba randang favoritnya.

"Pagi ini saya menunda sarapan pagi dengan harapan makan siang enak sambil mengenang masa muda dulu di Pas (pasar) Raya Padang, tepatnya Blok A, di situ tempat saya menghabiskan waktu setelah pulang kuliah,"ujar Taslim memulai kisah mencari randang favorit racikan Rumah Makan Selamat, Minggu 7/5 di Padang.Taslim, ketika tahun akhir masa perkuliahan  di FMIPA Unand Padang memang menyambi aktifitasnya di sebuah toko sepeda milik saudara satu kampungnya.

"Uda Yon kami memanggil pemailik toko sepeda di Blok A Pasar Raya Padang. Hari ini hampir 15 tahun saya tidak ke Blok A dan juga toko sepeda Da Yon sendiri sudah tidak ada lagi, karena perubahan situasi kondisi pasar yang tidak cocok berjualan sepeda,"ujarnya.Tapi dari sekian tempat usaha yang masih bertahan di Pasa Raya Padang ada satu tempat yang terpatri di kepala yakni RM Selamat (rumah makan selamat) dengan sambal randangnya.

"Allahmdulillah masih ada bahkan lezat dan gurih radang Selamat saya dengar sudah mendunia pula, kalau lewat pukul 13.00 ke sana jangan harap sambal rendang masih tersedia, bahkan Randang Selamat juga kabarnya acap dipesan perantau via telephone langsung ke tungkunya habis sholat Subuh,"ujar Taslim.Taslim memastikan apakah RM Selamat ini sama dengan Selamat dulu, ketika dia beraktifitas di Blok A Pasar Raya Padang.

"Ya, tempat makan favorit saya waktu itu masih ada, saya lihat sewaktu melewati jalan Permindo Padang beberapa waktu lalu, jalan yang sekarang sudah kembali tertata rapi, karena trotoarnya yang cantik juga ramah untuk penyandang disabilitas,"ujarnya.Jadilaglh dengan semangat dan keinginan yang menggebu untuk menikmati santap siang di rumah makan favorit itu.

"Minggu jelang Dzuhur tadi tanpa pikir panjang saya langsung mengarahkan kendali mobil menuju ke rumah makan Selamat di Pasa Raya Padang, simpang Blok A. Untuk ukuran waktu makan siang tergolong lebih awal karena jam masih menunjukan 11.45 WIB, memang saya sengaja datang lebih awal karena saya mengantisipasi habisnya menu favorit itu,"ujar Taslim.Ondeh mandee, meski belum waktu makan siang dan tidak hari kerja pula, tetap saja RM Selamat ramai pembeli. Saat memasuki rumah makan pengunjung sudah kelihatan ramai.

"Saya sempat membathin "wah jangan-jangan sudah habis yang sedang saya cari" tanpa pikir panjang saya mengambil meja di mana saat dulu biasa saya duduk, tepatnya meja pertama sebelah kiri dan tanpa di minta pelayan datang membawa segelas air dan satu buah tempat cuci tangan,"ujar Taslim."Makan da, di hidang yo," ujar pelayan itu cekatan.

Tak menunggu lama Taslim pun langsung pesan. "Yo pak," balas di pelayan tadi.Sementara menunggu hidangan, karena pelayan masih sibuk melayani orang yg lebih dulu, saat  seorang pelayan lewat di depannya sambil membawa sepiring menu yg sengaja ditutupi dengan tangan dan berjalan miring supaya tidak bisa dilihat. kembali politisi senior PAN ini membathin " sudah habis".

Tidak lama pelayan datang menghidangkan beragam menu masakan, tapi tetap tanpa menuvfavorit yang diidamkannya."Minta randang da,"ujar Taslim, tapi kata bathinnya tadi pun terjawab oleh si pelayan rumah makan. "Habis da,"ujar pelayan singkat.

Editor : Adrian Tuswandi, SH
Banner Komintau - Menteri
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini