Oleh : Adam MahesaMahasiswa Sastra Inggris UNAND
ROWAN SEBASTIAN ATKINSON, atau yang biasa kita kenal dengan sebutan Rowan Atkinson ini adalah seorang komedian, aktor, dan penulis terkenal berkebangsaan Inggris. Ia dilahirkan di Consett, County Durham, Inggris pada tanggal 6 Januari 1955.Ia bersekolah di Durham Choristers School, kemudian St Bees School, lalu mengambil jurusan teknik elektro di Newcastle University, dan melanjutkan pendidikan S2-nya di University of Oxford. Setelah lulus S1 Atkinson lebih memilih untuk melanjutkan pendidikan magister, karena baginya ia masi terlalu muda untuk terjun ke dunia kerja.
Namun bagaimanapun ia harus tetap mengeksplorasi potensinya berakting, maka dari itu ia memutuskan untuk menekuni karir seni pertunjukan setelah tahun pertamanya bersama dengan Richard W.A Curtis, yang kelak menjadi penulis naskah untuk karya mereka. Ia memulai debut pertamanya di dunia hiburan yaitu pada Oktober 1979 dalam acara televisi Not the Nine O’Clock News, diikuti dengan Blackadder pada tahun 1983, dan kemudian Mr. Bean pada tahun 1990.Beberapa tahun setelah tamatnya film yang berjudul Mr. Bean, Atkinson kemudian merilis sequel dari film tersebut yang berjudul Mr. Bean’s Holiday. Salah satu karya dari Rowan Atkinson ini sukses menarik banyak perhatian orang, sehingga film yang dirilis pada 30 Maret 2007 ini dapat meraup keuntungan sebesar $232 juta dengan bujet produksinya hanya sebesar $25 juta saja.
Satu tahun kemudian terbitlah sebuah buku yang berjudul sama yaitu Mr. Bean’s Holiday. buku ini juga tidak kalah bagusnya dengan filmnya, hanya melalui buku ini pembaca juga dapat berimajinasi seakan-akan sedang menonton filmnya, seperti yang dikatakan oleh salah satu pembaca dari buku ini yang bernama Jitendra Kotai, dia berkata“Hilarious!!! It is described so well that you start imagining the scenes. Rowan Atkinson is a brilliant writer and he has maintained the humor of the movie in the book. I have not seen the movie but I could imagine all the antics Mr.Bean must have committed to make us laugh hysterically.”
Cerita ini dimulai saat Mr. Bean memenangkan sebuah undian berupa trip perjalanan ke kota Cannes di Prancis dan sebuah kamera untuk menemaninya dalam perjalanan ke sana.Karena ketidaktahuannya tentang kota Paris, Bean berjalan seenaknya, sehingga jalanan menjadi macet untuk menuju ke Gare de Lyon, dan akhirnya ia tiba di stasiun kereta. Namun sebelum menaiki kereta, Bean lebih dulu menghadapi hal hal yang memalukan, seperti ketika ia masuk ke sebuah restoran Prancis seorang pelayan meyakinkan dia untuk memakan berbagai jenis makanan laut yang tidak pernah ia temui sebelumnya, kemudian ia melihat “Very Fast Train” sesuai dengan namanya kereta yang sangat cepat ini akan menimbulkan masalah lain untuk Bean.
Karena keinginannya untuk berfoto di depan kereta cepat itu, Bean mencari bantuan seseorang untuk membantunya berfoto, lalu kemudian ia bertemu dengan Emil Dachevsky, ia adalah seorang kritikus film yang berasal dari Rusia, lalu Bean meminta Emil untuk memotret dan merekam dirinya memasuki kereta api. Sialnya kereta berangkat tak lama setelah itu dan meninggalkan Emil di stasiun, namun siapa sangka ternyata anak laki-laki dari Emil yang bernama Stepan itu tertinggal didalam kereta bersama dengan Bean. Karena Merasa bersalah, ia berusaha untuk mempertemukan kembali Stepan dengan ayahnya itu. Namun sialnya ternyata banyak halangan dan rintangan yang menghambat perjalanan mereka. Dari kesulitan menghubungi nomor telepon yang diberikan ayah sang anak, hingga paspornya yang tertinggal di kotak telepon umum.Tidak sampai disitu saja, mereka pun kelaparan dan tidak memiliki uang. Merekapun terpaksa mengamen agar dapat membeli tiket bis ke Cannes, sayangnya Bean terpaksa harus terpisah dengan Stepan, karena mengejar tiketnya yang terbang tertiup angin. Perjalanan tetap berjalan banyak kejadian yang mengundang tawa. Dan tanpa disangka-sangka Bean terdampar di sebuah lokasi syuting iklan.Bean sempat direkrut menjadi seorang figuran, namun konyolnya Bean tanpa sengaja meledakkan lokasi syuting dan mencelakai sutradaranya yang terkenal sombong. Beruntungnya Bean mendapatkan tumpangan dari seorang aktris perempuan yang dilihatnya di lokasi syuting bernama Sabine, kebetulan ia juga ingin pergi ke Cannes untuk menghadiri penayangan perdana film yang dibintangi oleh ia sendiri diacara Cannes Film Festival. Lalu Bean akhirnya bertemu kembali dengan Stepan yang ternyata menumpang mobil milik sebuah band.Mereka bertiga pergi menuju Cannes Film Festival yang dimana ayah Stepan adalah juri di salah satu festival film berskala internasional itu. Tetapi sayangnya tiket milik Sabine hanya untuk satu orang saja, sehingga Bean dan Stepan harus menerobos masuk dari pintu belakang. Saat penayangan perdana film yang dibintangi Sabine, Sabine merasa kecewa, karena adegannya dipotong.
Bean ikut merasa kecewa, lalu ia nekat masuk ke ruang proyektor dan menyambungkan kabel video ke kameranya yang berisi beberapa rekaman Sabine dan dirinya dalam perjalanan mereka ke Cannes. Uniknya, video yang ditayangkan sesuai dengan narasi audio film milik sutradara yang langsung marah dan mengejarnya ke ruang proyektor.Bean berlari ke arah podium, lalu ia dihentikan oleh Emil, ayahnya Stepan yang kemudian senang ketika bertemu dengan anaknya yang muncul dari balik layar. Sutradara yang tadinya ingin memarahi Bean, berubah pikiran ketika para penonton memberikan standing applause yang meriah.
Akhirnya Bean sampai di tempat tujuannya, pantai Cannes yang indah. Bersama seluruh cast dalam nuansa penuh kebahagiaan, mereka bernyanyi sebuah lagu berbahasa Prancis.(analisa)
Editor : Adrian Tuswandi, SH