Goresan Pak Dahlan Iskan Memiral di WAG, Tentang Teddy Minahasa

Ini goresan tulisan Pak Dahkan Iskan yang beredar di banyak WAG, hari ini, satu hari Irjen Pol TM ditetapkan jadi tersangka. (foto: scrn ig@dahlan...)
Ini goresan tulisan Pak Dahkan Iskan yang beredar di banyak WAG, hari ini, satu hari Irjen Pol TM ditetapkan jadi tersangka. (foto: scrn ig@dahlan...)

Jakarta, --Satu hari pasca ditangkapkan Irjen Pol TM oleh Propam Mabes Polri dan ditetapkan tersangka oleh Polda Metro Jaya, beragam pendapat muncul dan viral di media sosial, termasuk di whatsapp group (WAG).Seperti hari ini beberapa WAG di mana media ini jadi warganya membaca terusan soal giresan tulisan Dahkan Iskan (kolumnis, pemilik media nesar dan pernah jadi menteri kabinet).

Berikut, tulisan Pak Dahlan Iskan lengkap yang media ini copas dari WAG:Teddy Minahasa

Oleh: Dahlan IskanTRAGIS benar nasib Irjen Pol Teddy Minahasa Putra. Baru saja dapat kabar gembira, ia langsung harus berduka. Belum lagi menempati posisi barunya yang moncer, ia ditangkap dengan tuduhan narkoba.

Semua ini masih keterangan sepihak dari Mabes Polri. Kita belum bisa menggali cerita versi Teddy. “Yang jelas saya kaget sekali. Beliau itu merokok saja tidak. Masak sih mengonsumsi narkoba,” ujar seseorang yang dekat dengan jenderal polisi berbintang dua itu.Tuduhan kepadanya dua: pengguna dan pengedar narkoba. Tuduhan pengguna didasarkan pada tes urine Teddy: positif. Itu keterangan resmi dari Polri. Tak terbantahkan. Apa pun dalihnya.

Tuduhan kepadanya dua: pengguna dan pengedar narkoba. Tuduhan pengguna didasarkan pada tes urine Teddy: positif. Itu keterangan resmi dari Polri. Tak terbantahkan. Apa pun dalihnya.Urine positif memang belum tentu narkoba. Bisa saja karena seseorang baru saja mengonsumsi obat tertentu dari dokter. Bisa juga karena menjalani pembiusan akibat ke dokter gigi atau operasi.“Rasanya Pak Teddy ke dokter gigi sehari sebelumnya. Juga suntik nyeri engkel,” ujar orang itu.

Ditunjukkanlah pada saya nama dokternya, tempat praktiknya dan juga nama dokter giginya.Saya sendiri tidak kenal Teddy. Juga belum pernah bertemu. Ia jadi ajudan Wapres Jusuf Kalla di saat saya sudah sibuk berat di Surabaya.

Beda generasi, beda masa pengabdian. Tadi malam saya baca di Kompas online. Ada berita yang berbeda dengan yang di media beberapa jam sebelumnya.Irjen Pol Teddy Minahasa dinyatakan negatif. Test urinenya negatif.

Dua berita itu begitu bertentangan.Bisa saja berita yang pagi itu salah. Bisa juga karena dilakukan tes ulang.Tapi reputasi Teddy sebagai pengguna narkoba sudah tersiar luas sepanjang hari kemarin.

Teddy tragis sekali. Ia lulusan terbaik Akpol tahun 1993. Sampai bisa terpilih menjadi ajudan wapres. Tapi karirnya setelah itu tidak lagi ke atas. Memang tidak juga ke bawah. Lebih tepat hanya ke samping: jadi kapolda Banten yang wilayahnya begitu kecil, lalu wakapolda Lampung, dan masuk ke staf ahli.Agustus tahun lalu ia jadi kapolda lagi, namun masih di wilayah kelas B, Sumbar.

Maka teman-temannya melihat Teddy bukan pemilik bintang yang terang. Yang tidak perlu didekati atau ditempel. Ia bukan kelompok Sambo yang cemerlang.Temannya melihat selama banyak tahun terakhir Teddy seperti tertekan jiwanya dalam masalah  karir.

Editor : Adrian Tuswandi, SH
Banner Komintau - Menteri
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini