Oleh: Paramita SababalatMahasiswi Universitas Andalas
OPRAH WINFREY lahir pada 1954 di sebuah desa di Mississippi, Oprah Winfrey berada dalam lingkungan yang kondisinya terpuruk. Sejak masa kecil, ia selalu berpindah-pindah tempat, dari rumah ibunya, rumah neneknya, ayahnya dan kembali lagi ke rumah ibunya.Demikian dihabiskan kehidupannya masa kecil.Lahir sebagai gadis berkulit hitam di Amerika pada tahun 60-an bukanlah perkara yang mudah.Mungkin bisa dibilang ia lahir di era yang salah, namun nyatanya ia berhasil melewatinya dan mencapai puncak suksesnya.
Sejak kecil,”Oprah Winfrey memiliki kepribadian yang kuat”. Neneknya mengatakan bahwa Oprah sering naik panggung dan menampilkan kebolehannya di depan para penonton.“Inilah salah satu keunggulan yang semakin ia pertajam hingga ia unggul dalam bidang penyiaran televisi”.Di tahun 1970 saat Oprah Winfrey duduk di bangku sekolah menengah, ia memiliki gaya dan penyampaian emosional yang membuat orang kagum sehingga ia memenangkan perhatian para penonton dan membuatnya mampu bertandang dalam sebuah stasiun radio di Nashville.
Setelah beralih ke TV di Nashville dan kemudian di Baltimore, Oprah akhirnya pindah ke Chicago pada tahun 1983 untuk membawakan acara pagi hari meski dengan rating yang kurang memuaskan di channel AM Chicago.Dengan peringkat teratas, Oprah menyalip Donahue sebagai acara bincang-bincang berperingkat teratas di Chicago.Setelah beberapa tahun, acara itu berganti nama menjadi The Oprah Winfrey Show dan mengudara selama 25 tahun.Gaya unik Oprah menghasilkan bentuk komunikasi yang sama sekali baru di televisi, meskipun ditayangkan di TV nasional.
Empati totalnya dengan para tamu, seringkali sampai meneteskan air mata dan menciptakan lingkungan tempat mereka merasa lebih bersedia untuk berbagi cerita pribadi.Dia mempopulerkan dan merevolusi apa yang disebut sebagai “tabloid talk shows“. Les Payne dari Newsday menulis, “Oprah Winfrey lebih tajam daripada Donahue, lebih cerdas, lebih tulus, dan jauh lebih peka terhadap pemirsanya, jika bukan dunia”.
Ia mengaku bahwa ia tidak mempercayai semua omongan yang masuk ke telinganya, semua yang negatif.Dia memang berasal dari keluarga yang miskin, gadis berkulit hitam dan lahir di pedesaan Mississippi, namun ia tidak percaya bahwa semuanya itu membatasi kemampuannya untuk menggapai impiannya.Semua perkataan negatif dan label negatif tersebut ia hempaskan dan ia mengatakan bahwa semua label ditempelkan orang-orang padanya itu tidak ada gunanya.”Oprah Winfrey bisa saja dengan mudah membiarkan bisikan itu menjadi cerita yang masuk dalam hatinya, namun dia memiliki pola pikir yang berbeda.Dia menghadapi ketakutan dan tantangannya dengan percaya pada dirinya sendiri”.Meskipun neneknya sempat mengecilkan hatinya, namun ia berhasil bisa membaca dan menulis.Setelah lulus dari SMA, ia memulai karirnya di televisi dan menjadi wanita kulit hitam pertama dan termuda yang menjadi penyiar di stasiun televisi lokal Time. Ia sangat dihormati dalam pertunjukannya selama 25 tahun sampai dia akhirnya diberi wewenang untuk menjadi pembawa acara Oprah Winfrey Show.Meski memiliki karir cemerlang, masa lalu kelam Oprah justru menggerakkannya untuk membantu sesama.”Oprah tidak pernah lupa untuk berbagi dengan sesama, dimulai dengan kegiatan filantropi rutin di berbagai yayasan, rumah sakit, sekolah, dan tempat- tempat rehab. Bahkan, ia kerap memberikan beasiswa kepada perempuan-perempuan berbakat. Berkat kerendahan hatinya, hingga ia dianugerahi gelar dermawan kulit hitam terbesar dalam sejarah Amerika”.
Pada 1971, saat dia masih di sekolah menengah, gaya dan penyampaian emosional Oprah memenangkan perhatian dan posisi dengan sebuah stasiun radio di Nashville. Setelah beralih ke TV di Nashville dan kemudian di Baltimore, Oprah akhirnya pindah ke Chicago pada tahun 1983 untuk membawakan acara pagi hari meski dengan rating yang kurang memuaskan di channel AM Chicago.Dengan peringkat teratas, Oprah menyalip Donahue sebagai acara bincang-bincang berperingkat teratas di Chicago. Setelah beberapa tahun, acara itu berganti nama menjadi The Oprah Winfrey Show dan mengudara selama 25 tahun.Gaya unik Oprah menghasilkan bentuk komunikasi yang sama sekali baru di televisi, meskipun ditayangkan di TV nasional.
Empati totalnya dengan para tamu, seringkali sampai meneteskan air mata dan menciptakan lingkungan tempat mereka merasa lebih bersedia untuk berbagi cerita pribadi.Dia mempopulerkan dan merevolusi apa yang disebut sebagai “tabloid talk shows“.Les Payne dari Newsday menulis, “Oprah Winfrey lebih tajam daripada Donahue, lebih cerdas, lebih tulus, dan jauh lebih peka terhadap pemirsanya, jika bukan dunia.
”Oprah Winfrey memulai debutnya di televisi melalui acara People Are Talking. Keputusannya untuk pindah ke Chicago yang akhirnya membuat dirinya meraih kesuksesan.The Oprah Winfrey Show menjadi acara talkshow dengan rating tertiting yang pernah ada dalam sejarah pertelevisian Amerika Serikat.Latar belakang kehidupannya yang miskin, rawan kejahatan, dan diskriminatif membuat dirinya ingin membantu sesama.Acara talkshownya sendiri diisi dengan nilai kemanusian, pendidikan, dan moral.
Editor : Adrian Tuswandi, SH