Kisah Aina, Seuntai Doa, dan Kemanusiaan Kita

Foto Kisah Aina, Seuntai Doa, dan Kemanusiaan Kita
Foto Kisah Aina, Seuntai Doa, dan Kemanusiaan Kita

Sampai di Padang, dokter di RSUP M Djamil langsung memberikan perawatan maksimal. Aina dijaga dengan telaten. Diperiksa total. Mereka juga melaporkan kondisi Aina pada saya dan pihak keluarga secara berkala dan lengkap. Katanya, kalau terlambat sehari saja, hal buruk bisa saja terjadi pada Aina.Aina kini sudah dirawat dengan maksimal, dengan peralatan canggih yang ada di RSUP M Djamil. Beberapa rekan saya yang dermawan juga menyalurkan bantuan langsung pada keluarga Aina yang menunggui di rumah sakit. Bantuan-bantuan itu berapun nilainya sangat bermanfaat.

Banyak memang, orang yang membantu Aina dengan caranya masing-masing. Menyalurkan bantuan, memastikan penanganan medis maksimal, bahkan membagikan kisah Aina ke media sosial. Itu sudah hebat. Hebat sekali. Ikhtiar rasanya sudah. Para dokter berjibaku, pihak keluarga menjaga tak kenal hari. Tugas selanjutnya adalah berdoa. Mengetuk pintu langit agar Aina sembuh. Selebihnya pasrahkan saja pada Sang Pencipta.Oh iya, segala upaya untuk Aina bukan soal politik-politik, tidak untuk pencitraan, cari nama, cari panggung, apapun itu. Hentikan dulu kecurigaan-kecurigaan yang tak perlu dipersoalkan. Sekarang ada seorang gadis kecil yang butuh uluran. Ya sudah bantu. Tanggalkan segala atribut perbedaan, entah itu perbedaan politik, pandangan, atau sekadar cara berpikir. Apapun kondisinya, kemanusiaan harus diutamakan. Tak peduli ruang dan waktu.

Kisah Aina ini adalah kisah kecut tentang hidup, kisah perjuangan tak putus seorang perempuan delapan tahun untuk sembuh dari liver dan kista yang menggerogoti tubuhnya. Kisah Aina adalah kisah kita, kisah kemanusiaan…(*)

Editor : Adrian Tuswandi, SH
Banner InfografisBanner PLN Black Out
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini