"ORANG tuanya kebanyakan dukung Anies..," jawab anak gadis di ujung gadget. "Kalau teman-teman pilih siapa", tanpa memberi kesempatan, langsung didesak pertanyaan berikutnya."Pilih Prabowo Yah...., katanya kasihan, sudah sering kalah..", terdengar nada bingung Puti dari jawabannya sendiri. Kok bisa, orang memilih presiden semata karena keseringan.
Prabowo-Gibran Daftar ke KPUDialog singkat melalui handphone pukul 08.43 Rabu (25/10) pagi, bertepatan dengan kedatangan Gibran ke kediaman Prabowo di jalan Kertanegara, kurang lebih menggambarkan apa yang terjadi tidak lama sesudahnya.
Meriah, antusias dan sangat terorganisir. Kira-kira itu yang tertangkap dibenak, melihat dari dekat prosesi 'Menjemput Kemenangan Indonesia Maju' Capres-Cawapres Prabowo - Gibran di hari terakhir pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU).Tiga lokasi tempat berkumpul, Indonesia Arena komplek GBK, Taman Surapati dan di jalan Imam Bonjol, depan kantor KPU, dipenuhi manusia. Prabowo-Gibran menghentak, benar-benar unjuk gigi dikesempatan yang mungkin terakhir bagi Prabowo ikut kontestasi orang nomor satu di republik ini.
Hampir seluruh massa yang datang mengenakan seragam berciri masing-masing kelompok. Busana yang dikenakan masih anyar, tidak sedikit pula tampil dengan 'sangat berkelas'. Praktis jarang yang berpakaian seadanya.Kombinasi baju putih celana cream yang acap dikenakan kader partai Gerindra terlihat mendominasi, terutama pendukung di sekitar keduanya berada. Kendaraan yang dikenakan pun menunjukkan kesiapan dan dimodali benar.
Sepintas tampak kepercayaan diri yang besar dari para penggembira, yakin kalau jagonya bakal menang. Persis seperti yang kerap tampak dari mimik dan sikap serta gaya berbicara Prabowo di mimbar akhir-akhir ini.Sesekali barisan partai pendukung tampak diantara yang hadir, termasuk pendukung partai Demokrat dengan atribut bendera bintang mercynya dan PAN dengan jajaran artis berbusana nuansa biru. Partai pengusung lain tidak kalah semangat, meski secara kuantitas tidak sebanding.
Demikian keriuhan, dari pantauan langsung yang dilakukan sejak pukul 07.00 hingga jelang dzuhur. Tiga titik konsentrasi massa dalam rangkaian acara, di Indonesia Arena komplek GBK Senayan, taman Surapati hingga kantor KPU menjadi saksi.Menarik untuk dicermati kala pembacaan doa oleh anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia Habib Luthfi bin Yahya yang dilanjutkan dengan shalawat badar. Meski mulanya diikuti oleh hadirin namun gema dan suasananya 'gak ketemu', sehingga ajakan ulama kharismatik untuk membawa agak audiens ke 'kanan' kurang berhasil.Selain itu, penampilan 'perdana' Gibran di depan ribuan massa di sesi terakhir panggung di Indonesia Arena ini menjadi penting untuk di catat.Meski Prabowo berinisiatif me'macik' (pegang) mik setelah orasi, Bacawapresnya dengan doa bersama untuk saudara di Palestina, namun tidak menghapus 'keganjilan'.
Dalam rangkaian seremoni, pembicata terakhir diberikan pada posisi tertinggi. Bisa jadi dari dua kesempatan, bersama Ketua-ketua partai pendukung dan saat acara PSI, tidak dihadiri Gibran.Maka penampilan anak muda sebagai penutup pidato orang tua yang jauh lebih senior menjadi catatan penting di pagi jelang siang pukul 10.05 ini.
Sungguh mulia hati Pak Prabowo, memandu sekaligus memberi kesempatan terbaik kepada wakilnya yang baru pertama ikut kontestasi nasional.Suguhan Anies-Ganjar- Prabowo
Lengkap sudah calon nakhoda ibu pertiwi dengan polah menarik, menyuguhkan apa dan siapa saja pendukungnya. Momen pendaftaran bisa dilihat sebagai parameter awal pembeda ketiga pasangan. Meski waktu mendaftar sama-sama memilih pagi jelang siang, namun karakteristik para lakon benar-benar beragam.Dari segi kapasitas dan kapabilitas serta kemampuan pengerahan massa bakal calon presiden Anies, Ganjar; dan Prabowo, ketiganya memperlihatkan kemampuan relatif sama. Bisa melibatkan fansnya dalam waktu relatif singkat ditengah dinamika politik yang terjadi.
Editor : Adrian Tuswandi, SH