SIAPA yang tidak mengenal Bukittinggi dengan julukan “Kota Pariwisata” nya, merupakan salah satu tujuan utama destinasi wisata di provinsi Sumatera Barat.Bagaimana tidak, kota Bukittinggi memiliki keindahan alam yang luar biasa, udara kota yang sejuk, kebudayaan yang menarik, dan kuliner-kuliner yang beragam membuat banyak wisatawan yang berkunjung. Wisatawan yang berkunjung selalu meningkat apalagi jika ada hari-hari libur, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.
Banyak objek wisata yang dikunjungi oleh wisatawan seperti Jam Gadang, Lubang Jepang, Panorama, Kebun Binatang, dan lainnya. Selain itu juga banyak kuliner yang patut dicoba jika berkunjung ke Bukittinggi seperti Pisang Takapik, Kerupuk Kuah, Pical, dan lain sebagainya. Semua makanan ini dijual oleh para pedagang disekitaran objek wisata yang ada di Bukittinggi. Tapi, jika ingin lebih menikmati kuliner yang ada di Bukittinggi kita bisa berkunjung ke pasar kuliner yang ada di Stasiun dan juga Lapangan Wirabraja atau dikenal dengan nama Lapangan Kantin.
Di sana banyak menjual makanan yang beragam dan sewaktu -waktu kita bisa berkunjung ke pasar malam yang diadakan di Lapangan Kantin tersebut.Pasar malam di lapangan Wirabraja Bukittinggi juga merupakan salah satu tempat hiburan yang ramai dikunjungi oleh masyarakatnya dan juga wisatawan yang berkunjung ke Bukittinggi. Walaupun sebagian besar orang yang berkunjung kesana adalah masyarakat Bukittinggi, ada juga pengunjung dari luar kota yang pergi kesana karena pasar malam tersebut hanya dilaksanakan sekali atau dua kali setahun saja, ini sangat ditunggu tunggu oleh masyarakat.
Biasanya pasar malam diadakan ketika libur panjang nasional seperti Nataru atau setelah Lebaran Idul Fitri. Banyak wahana yang bisa dicoba di pasar malam seperti kora-kora, rumah hantu, odong-odong, dan lainnya. Tidak lupa membeli jajanan menarik yang dijual di pasar malam tersebut. Pasar malam yang menjadi daya tarik orang-orang yang berkunjung ke Bukittinggi menjadi sumber pemasukan ekonomi bagi pedagang yang berjualan disana.Untuk mengadakan pasar malam para pedagang dan pengelola harus meminta izin operasional kepada TNI di Kodim Bukittinggi karena lapangan Wirabraja merupakan milik TNI. Jika tidak ada kegiatan yang akan dilaksanakan di lapangan Wirabraja maka pasar malam bisa dilaksanakan dengan catatan harus mematuhi kebijakan yang telah ditetapkan oleh TNI di Kodim Bukittinggi.
Berdasarkan informasi dari Lia, salah satu pedagang yang berjualan di pasar malam Lapangan Kantin terdapat beberapa kebijakan yang ditetapkan oleh TNI tersebut mulai dari jam operasional, kebersihan, dan parkir. Para pedagang boleh membuka lapak dagangannya mulai pukul 5 sore atau setelah ashar sampai dengan pukul 12 malam, setelah itu area Lapangan Kantin harus ditutup dan dikosongkan.
Lalu mengenai kebersihan para pedagang harus bertanggungjawab terhadap kebersihan lapaknya masing-masing, tapi setelah itu juga ada petugas kebersihan yang dikerahkan untuk membersihkan Lapangan Kantin. Kebersihan lapangan Kantin selalu dijaga baik oleh pedagang maupun oleh petugas.Untuk masalah parkir, Eko, salah satu juru parkir yang ada di lapangan Wirabraja menjelaskan para pengunjung telah diatur untuk memarkirkan kendaraan di tempat yang sudah disediakan, ada beberapa titik tempat parkir yang dibedakan antara mobil dan motor.Kemudian ada beberapa juru parkir yang merupakan orang tertentu yang telah dipilih oleh Kodim, mereka bertanggungjawab terhadap kendaraan pengunjung sehingga para pengunjung tidak perlu takut lagi dengan pungli parkir liar atau kehilangan barang maupun kendaraan. Selagi kendaraan masih parkir sesuai aturan maka itu termasuk tanggung jawab dari juru parkir kemudian diserahkan ke pihak Kodim, jika ada pengunjung yang tidak mau diatur maka akan diberikan arahan dan teguran dengan baik.
Kebijakan yang telah dibuat untuk pasar malam ini dinilai sudah efisien karena para pedagang maupun pengunjung sudah mematuhinya. Pedagang mengatakan dengan adanya pasar malam ini membuat omzetnya naik daripada hari biasa. Pasar malam dinilai bisa meningkatkan perekonomian masyarakat karena banyak yang membuka gerainya di sana.
Para pengunjung juga merasa senang karena bisa menikmati pasar malam yang sangat ditunggu-tunggu ini. Kebersihan lapangan yang sudah dijaga membuat pengunjung nyaman ingin berkunjung dan juga tidak mengalami kesulitan untuk parkir. Dengan terlaksananya kebijakan yang ada, semua pihak sama-sama diuntungkan. Meskipun begitu, diperlukan peningkatan dari pemerintah atau pengelola pasar malam untuk membuat pasar malam semakin nyaman, tidak menggangu lalu lintas, dan tidak menggangu ketertiban masyarakat di sekitar pasar malam tersebut.
Lapang Wirabraja yang ukuranya tidak begitu besar harus digunakan sebaik mungkin baik dari segi pembagian lapak pedagang, area parkir, dan lain sebagainya. Masyarakat atau wisatawan yang berkunjung juga harus ikut serta dalam menjaga kenyamanan dan ketertiban pasar malam di Lapangan Wirabraja Bukittinggi.Kota Wisata yang mempunyai daya tarik seperti ini menjadikan Bukittinggi sebagai kota perekonomian kedua terbesar di Sumatera Barat setelah Padang. Ini sangat bermanfaat bagi warga Bukittinggi untuk meningkatkan perekonomian dan menambah lapangan pekerjaan.
Editor : Adrian Tuswandi, SH