Solok —Sebanyak 268 guru Madrasah Finiyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA), imam, dan garin se-Kabupaten Solok berbuka puasa bersama Bupati Solok, Epyardi Asda, di rumah dinas bupati, Minggu 7/4-2024.Ruangan rumah dinas itu padat oleh para garin, imam dan guru MDTA. Mereka merasa terhormat diundang Epyardi dan istrinya, Emiko., Artinya terbantahkan Epyardi Asda dekat dengan kalangan religi di Solok, akrab dan sangat bersahabat.
Salah seorang perwakilan imam mengaku merasa bangga diundang Epyardi karena merasa simpatik dengan kepemimpinan Epyardi. Karena itulah, menurutnya, ratusan imam, garin, dan guru MTDA menghadiri undangan buka puasa tersebut.Kedatangan mereka, kata imam tersebut, menepis video yang beredar yang menyebut bahwa Epyardi menghina garin. Ia menyatakan bahwa mereka tidak merasa terhina oleh pernyataan Epyardi tentang garin.
“Apa yang dikatakan dalam video itu tak benar sebab tak terbetik sedikit pun Epyardi Asda menghina garin. Hanya, karena sikap seseorang yang mengaku pernah menjadi garin, namun sikapnya tak layaknya seorang garin,” katanya.Epyardi juga mengaku bangga dapat berbuka puasa bersama guru MTDA, imam, dan garin. Menurutnya, kehadiran mereka membuktikan bahwa tak semua garin meras tersinggung akan ucapan Epyardi dalam video yang beredar sebab ucapannya itu ditujukan kepada seseorang yang menjadikan agama untuk meraih kekuasaan.
“Alhamdulillah di saat-saat terakhir bulan Ramadan tahun ini kita diberikan kesempatan untuk melaksanakan buka puasa bersama di Rumah Dinas Bupati Solok ini. Semoga ini menjadi sebuah tanda bahwa Pemerintah Kabupaten Solok bersama semua guru MDTA, imam, dan garin se-Kabupaten Solok ingin menjalin hubungan silaturahmi yang baik antara kita,” ujar Epyardi.Dalam acara itu Epyardi juga membahas minimnya alokasi dana usntuk pesantren maupun pendidikan agama. Jika ia diberi amanah untuk memimpin Sumbar, ia berencana untuk memanfaatkan 20 persen dana pendidikan juga untuk pesantren.“Seperti di Jawa, pemerintah daerahnya menganggarkan dana untuk pesantren. Alokasi dana untuk pesantren ini merupakan implementasi dari filosofi Minang, adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Dengan adanya anggaran untuk pesantren diharapkan akan lahir ulama dan tokoh agama di Sumbar,” tuturnya.Pada akhir kata sambutannya, Epyardi mengucapkan mohon maaf atas segala yang terjadi, terlebih umat muslim sebentar lagi menjalani Hari Raya Idul Fitri.
“Saya secara pribadi telah memaafkan mereka yang menghina saya, baik di dunia maya maupun di dunia nyata,” katanya.(adr)
Editor : Adrian Tuswandi, SH

