Evaluasi KPU Sumbar untuk Debat Publik Pilgub: Persiapan Debat Kedua

evaluasi debat publik pertama untuk Pilgub Sumatera Barat 2024 yang dilakukan bersama para pemangku kepentingan, termasuk LO dari kedua Paslon. (Foto: Ist)
evaluasi debat publik pertama untuk Pilgub Sumatera Barat 2024 yang dilakukan bersama para pemangku kepentingan, termasuk LO dari kedua Paslon. (Foto: Ist)

“Mayoritas panelis berlatar belakang akademik, namun tidak ada perwakilan dari kalangan agamawan atau budayawan. Padahal, Sumatera Barat adalah negeri dengan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” ungkap Almudazir.

Jons Manedi kemudian menjelaskan bahwa KPU telah mengikuti petunjuk teknis (juknis) yang ada terkait pemilihan panelis debat publik.

“Kami sudah mengikuti juklak dan juknis dalam menentukan panelis untuk debat Pilkada. Berdasarkan ketentuan tersebut, panelis yang dipilih sudah merepresentasikan unsur agama dan budaya Sumbar,” jelasnya.

Ketua panelis, Dr. Khairul Fahmi, juga mengungkapkan bahwa sejumlah tema debat sudah dirumuskan dengan matang. Menurutnya, tujuan utama dari penyusunan tema adalah menggali respons dari masing-masing Paslon, bukan sekadar tanya-jawab.

“Tema dan subtema yang disiapkan bertujuan untuk menggali pandangan dan sikap Paslon terkait berbagai isu. Panelis berusaha menyusun pertanyaan dengan bahasa yang mudah dipahami, baik oleh Paslon maupun audiens,” kata Khairul Fahmi.

Pada debat kedua nanti, panelis akan mengangkat tiga tema utama, yaitu Transformasi Ekonomi, Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA), dan Infrastruktur Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Rakyat.

Dr. Khairul Fahmi menambahkan, “Tema-tema ini diharapkan mampu memicu diskusi yang lebih mendalam dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Sumatera Barat.”

Adrian Tuswandi dari *tribunsumbar.com* menyampaikan apresiasinya terhadap langkah cepat KPU Sumbar dalam mengadakan evaluasi.

“Kurang dari 24 jam setelah debat publik digelar, KPU Sumbar langsung melakukan evaluasi, baik dengan stakeholder maupun wartawan. Ini adalah langkah yang sangat positif,” ujar Adrian, yang akrab dipanggil Toaik.

Melalui evaluasi ini, diharapkan pelaksanaan debat publik kedua dapat berlangsung lebih lancar, dengan format yang lebih baik dan sesuai harapan masyarakat Sumatera Barat. (***)

Editor : MS
Banner InfografisBanner - Gor
Bagikan

Berita Terkait
Terkini