Ia juga menjelaskan pentingnya profesionalisme dan sinergitas antarprotokol untuk memastikan setiap acara berlangsung sukses.
"Untuk mengatur kegiatan pemerintahan dan melayani pimpinan, tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada aturan yang mengikat, seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan," ungkap Mursalim.
Salah satu poin penting dalam acara ini adalah kehadiran narasumber kredibel, Grace Mamahit, Founder We Pro Communication.
Ia memberikan wawasan mendalam mengenai esensi tugas seorang protokol, yang salah satunya adalah memberikan pelayanan tanpa cela (zero mistake).
Dalam paparannya, Grace menekankan bahwa tugas protokoler tidak hanya memastikan keberhasilan acara, tetapi juga harus siap menghadapi berbagai tantangan tanpa mengharapkan pujian.
"Protokol adalah pihak yang sering disalahkan ketika terjadi kesalahan, tetapi jarang menerima apresiasi ketika acara berjalan sukses. Hal ini justru menegaskan bahwa seorang protokol adalah aparatur istimewa yang mampu menjaga kewarasan dan profesionalisme dalam setiap situasi," ujar Grace.
Menurutnya, pelayanan prima adalah cerminan dedikasi seorang protokol.Ia juga mengingatkan para peserta bahwa keahlian mereka adalah bagian penting dalam menjaga citra institusi pemerintahan.
Kegiatan Bimtek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas individu protokol, tetapi juga membangun sinergi antarinstansi di Sumatera Barat.
Dengan adanya pelatihan seperti ini, pemerintah daerah dapat lebih percaya diri dalam mengelola acara formal yang membutuhkan tata protokoler yang profesional.
Editor : MS


