Salah satu pencapaian besar yang disoroti oleh Nevi adalah pengesahan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (UU KIA).
"UU KIA adalah langkah besar dalam memberikan perlindungan menyeluruh bagi ibu dan anak, khususnya selama seribu hari pertama kehidupan mereka," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa undang-undang ini tidak hanya memberikan jaminan kesehatan dan gizi yang lebih baik, tetapi juga mencakup aspek ketenagakerjaan, seperti hak cuti melahirkan, penyediaan fasilitas laktasi di tempat kerja, dan perlindungan bagi perempuan yang menjalani peran ganda sebagai pekerja sekaligus ibu.
Menurutnya, kebijakan ini mendukung perempuan untuk tetap produktif tanpa mengorbankan kesejahteraan keluarga.
Nevi optimis bahwa implementasi UU KIA akan memberikan dampak positif dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Ia yakin bahwa masyarakat inklusif, keluarga berkualitas, dan kesetaraan gender dapat tercapai dengan adanya kebijakan ini.
"UU KIA adalah wujud nyata keberpihakan pada perempuan," jelasnya.Meskipun berbagai kemajuan telah diraih, Hj. Nevi mengakui bahwa tantangan tetap ada. Diskriminasi, stereotip gender, dan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi masalah serius di masyarakat.
Namun, ia percaya bahwa komitmen bersama dapat mengatasi berbagai tantangan tersebut.
Ia mengajak semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta, untuk bersama-sama mendukung upaya menciptakan kebijakan yang lebih inklusif.
Editor : MS