[caption id="attachment_1404" align="aligncenter" width="640"]
Peta ruas jalan Sumbar, "takut macet, Sicincin - Malalak aje (foto: google)[/caption]Padang,---Ngeri terjebak macet hingga berjam-jam, atau bosan di atas mobil karena saat arus mudik Lebaran waktu tempuh Padang-Bukittinggi bisa lima sampai delapan jam.
Pemudik yang pulang kampung harus mengenali rute jalur alternatif yang membuat pengendara pemudik tidak menggerutu di sepanjang perjalanan, karena antri dan macet croditnya ruas Padang-Bukittinggi-Payakumbuh tekah menjadi rutinitas setiap Lebaran, dibiarkan bakal menjadi kebiasaan.Tapi Pemprov Sumbar berupaya meminimalisir macet dan antri di ruas utama tadi, Kadishub Sumbar Amran sudah menyiapkan skenerio jalur alternatif buat pemudik.
"Jalur Padang-Bukittinggi, titik macet perlintasan kereta api Batang Anai, Simpang Tiga ke Pariaman dan Pasar Lubuk Alung, menghindari ini, pemudik bisa melewati jalur alternatif, yakni Bandara BIM, Simpang Ketaping dan Jembatan Lubuk Alung,"ujar Amran, dihubungi, Senin 12/6.Lalu menghindari macet di daerah Sicincin, Kayu Tanam dan Lembah Anai dari Pariaman ambil ke Sungai Sariak masuk rute Sicincin-Malalak keluar ruas Jalan Padanglua Maninjau sampai Bukittinggi.
"Memang jarak bertambah panjang dari pada jalur utama Padang-Bukittinggi, tapi dari pada terjebak macet berjam-jam jalur di atas menjadi solusi,"ujar Amran.Dan bagi pemudik menuju Payakumbuh, Limapuluh Kota sampai ke batas Riau, supaya tidak terjebak di macet narsis Bukittinggi, ada jalur alternatif obatnya.
"Jalur Simpang Batu Palano- Sungaipua- Tanjuang Alam, biasa sangat manjur hindari macet Padaglua dan Bukittinggi,"ujarnya.Setelah melewati Bukitinggi belum bisa pemudik lega dari kemacetan, waspada macet Pasar Baso dan Pasar Piladang.
"Menghindari ini, Dishub juga punya jalur alternatif yakni masuk Simpang Ampek Canduang ambil jakur Tabek Patah terus ke Situjuh masuk Payakumbuh,"ujar Amran.Kondisi jalan di ruas alternatif diakui Amran cukup bagus dan layak digunakan untuk para pemudik.Tapi diakui berbagai kalangan, kalau ruas utama Padang-Bukittinggi-Payakumbuh, merupakan rute nostalgia dan sangat kuat magnetnya supaya pemudik melewati ruas itu."Memang begitu, sepertinya ruas utama Padang-Bukittinggi street magic, biar berjam jam waktu tempuh tapi pemudik tidak pernah jera setiap mudik menempur ruas tersebut,"ujar Budi seorang driver biasa menempuh Padang-Pekanbaru.
Menurutnya Amran ruas alternatif sebenarnya asyik juga, tapi karena jarang ditempuh membuat daya tariknya berkurang."Tapi tahun ini kita berupaya membuat jalur alternatif tadi menarik para pengendara melewatinya,"ujar Amran.
Nah apalagi susun pakaian masukan ke travelbag bersiaplah untuk mudik ke kampung halaman di Ranah Bundo.Maceett ya, Sicincn- Malalak saja, jalan bagus juga pihak Prasjal Tarkim standby-kan alat barat sebagai antisipasi bencana lobgsor atau jalan terban,"ujar Amran.(ruli)
Editor : Adrian Tuswandi, SH