"Kita berharap Tanah Datar harus memiliki Dinas Kebudayaan sendiri dan Tanah Datar ke depan tidak hanya menjadi jantung Minangkabau tetapi bisa menjadi pusat pengembangan budaya melayu di asia khususnya negara serumpun Malaysia, Singapore, Pattani Campa Thailand dan Brunei,"ujarnya.
FDB juga menjelaskan bahwa ketahanan budaya merupakan pondasi dasar ketahanan daerah guna memperkokoh Ketahanan Nasional
"Melalui kegiatan seni dan budaya kita harapkan bisa menjadi pengembangan karakter bangsa bagi generasi muda masa depan,"ujarnya.
Plt Badan Pelestarian Kebudayaan Wilayah III yang hadir mewakili Direktur Sapras Kementerian Kebudayaan RI melihat Kapalo Koto dan aktivitasnya bisa menjadi icon baru Kebangkitan tradisi yang perlu dirawat dan bisa mendapat perhatian dari perantau dengan gerakan partisipasi sato kaki seperti yang dijelaskan oleh Febby Dt Bangso yang juga Alumni PPRA Lemhanas RI itu.Wakil Ketua LKAAM Tanah Datar , Dt Gadang mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Kapalo Koto dengan Fonder's Dt Febby. (***)
Editor : MS