Kuesioner ini mencakup empat aspek utama, yaitu literasi kesehatan, disregulasi emosi, tingkat kecemasan, dan kepercayaan terhadap kesehatan (health belief model).
Dari 22 ibu yang terdata, hanya 8 yang dapat menjadi partisipan karena sebagian telah berpindah dari Campago.
Hasil screening menunjukkan bahwa seluruh partisipan memiliki literasi kesehatan yang tinggi. Mereka mengetahui pentingnya konsumsi makanan bergizi selama kehamilan.
Namun, keterbatasan ekonomi menjadi hambatan utama bagi para ibu dalam memenuhi kebutuhan gizi tersebut.
"Saya tahu makanan yang baik untuk ibu hamil, tetapi tidak bisa sering membelinya karena uang terbatas," ungkap salah satu partisipan.
Selain faktor ekonomi, perubahan hormon selama kehamilan juga menjadi tantangan bagi ibu hamil KEK.
Beberapa partisipan mengaku mengalami mual dan muntah pada trimester pertama kehamilan, yang menyebabkan mereka kehilangan nafsu makan.Kondisi ini semakin memperburuk pemenuhan kebutuhan gizi selama masa kehamilan.
Dari aspek psikologis, hasil kuesioner disregulasi emosi menunjukkan bahwa enam ibu (75%) berada pada kategori rendah, sementara dua ibu (25%) berada pada kategori sedang. Tidak ada ibu yang mengalami disregulasi emosi tinggi.
Hasil serupa ditemukan dalam aspek kecemasan, di mana dua ibu (25%) berada pada kategori rendah, sedangkan enam ibu lainnya (75%) berada pada kategori sedang.
Editor : MS