Meskipun demikian, beberapa ibu mengaku merasa cemas ketika didiagnosis mengalami KEK, terutama karena kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan bayi mereka.
Dalam aspek health belief model, sebagian besar partisipan menunjukkan pemahaman yang baik terkait risiko kesehatan selama kehamilan dan pentingnya menjaga pola makan sehat.
Namun, hambatan ekonomi tetap menjadi faktor utama yang menghalangi mereka menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, tim KKN memberikan beberapa rekomendasi kepada Puskesmas dan pemerintah daerah berdasarkan temuan program screening ini.
Pertama, perlu adanya peningkatan distribusi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang lebih merata dan tepat sasaran. Hal ini diharapkan dapat membantu ibu hamil KEK dalam memenuhi kebutuhan gizi mereka.
Kedua, tim KKN merekomendasikan penyediaan vitamin dan obat untuk mengatasi mual selama kehamilan.Dengan adanya bantuan ini, diharapkan ibu hamil dapat lebih mudah menerima asupan makanan yang diperlukan untuk mendukung kesehatan mereka dan janin.
Ketiga, edukasi mengenai pentingnya menjaga jarak kehamilan juga disarankan. Salah satu temuan dari wawancara menunjukkan bahwa ibu yang hamil sambil menyusui anak pertama atau mengasuh anak kecil cenderung mengalami kelelahan dan kesulitan memenuhi kebutuhan nutrisi.
Edukasi ini penting untuk memastikan ibu memiliki waktu yang cukup untuk memulihkan kondisi tubuh sebelum kehamilan berikutnya.
Kegiatan screening ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Puskesmas Campago, pemerintah setempat, dan masyarakat. "Program seperti ini sangat membantu kami dalam memahami kondisi ibu hamil di wilayah ini dan memberikan panduan untuk langkah-langkah kesehatan yang lebih baik ke depannya," ujar salah satu tenaga kesehatan.
Editor : MS