Tambang Emas Ilegal di Solok Selatan Kembali Memakan Korban Jiwa, Warga Resah

Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin (10/2/2025) sekitar pukul 17.15 WIB, menambah daftar panjang korban jiwa akibat aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut. (Foto: Ist)
Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin (10/2/2025) sekitar pukul 17.15 WIB, menambah daftar panjang korban jiwa akibat aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut. (Foto: Ist)

Kepergian Hengki meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, terutama istri dan dua anaknya yang masih kecil.

“Kami tidak menyangka ini akan terjadi. Ini sangat berat bagi kami,” ujar salah satu anggota keluarga.

Kasus ini menjadi bukti nyata betapa berbahayanya tambang emas ilegal yang masih beroperasi di Solok Selatan.

Selain merenggut nyawa, aktivitas ini juga menyebabkan kerusakan lingkungan yang signifikan.

Kurangnya pengawasan dan penindakan dari pihak berwenang membuat tambang ilegal terus berkembang.

Sebelumnya, beberapa kecelakaan serupa telah terjadi di lokasi tambang ilegal lainnya di wilayah ini.

Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum diharapkan segera mengambil tindakan tegas guna menghentikan praktik yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam keselamatan banyak orang.

Masyarakat setempat berharap adanya langkah konkret dari pemerintah untuk menertibkan tambang ilegal yang semakin meresahkan.

Selain itu, diperlukan solusi alternatif dalam bentuk lapangan pekerjaan yang lebih aman dan berkelanjutan bagi warga yang selama ini menggantungkan hidupnya dari pertambangan ilegal.

“Kalau tidak ada tindakan tegas, korban-korban lain akan terus berjatuhan,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Editor : MS
Banner Sekjen PWI PusatBanner Rahmat Saleh - Milda Berdaya
Bagikan

Berita Terkait
Terkini