4. Gangguan Kesehatan Lainnya
Penyakit kronis seperti sindrom iritasi usus besar (IBS), penyakit Crohn, kolitis ulserativa, hingga penyakit celiac dapat menyebabkan diare berkepanjangan. Selain itu, infeksi usus, hepatitis, HIV/AIDS, atau kanker usus besar juga dapat menjadi faktor pemicu.
Rekomendasi Obat yang Bisa Dikonsumsi untuk Diare
PAFI telah melakukan penelitian lebih lanjut mengenai diare dan merekomendasikan beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengatasi kondisi ini, yaitu:
1. Oralit
Oralit merupakan larutan elektrolit yang berfungsi menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat diare. Mengandung natrium klorida, kalium klorida, dan glukosa, oralit tersedia dalam bentuk serbuk yang perlu dilarutkan dengan air matang sebelum dikonsumsi.
2. Loperamide
Obat ini berfungsi memperlambat gerakan usus, sehingga tubuh dapat menyerap lebih banyak cairan dan feses menjadi lebih padat. Loperamide tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, atau cair dan biasanya diresepkan untuk orang dewasa dengan dosis maksimal 8 mg per hari.
3. Attapulgite
Attapulgite bekerja dengan menyerap bakteri dan racun penyebab diare, serta membantu mengurangi kehilangan cairan dalam feses. Obat ini dikonsumsi setelah buang air besar dan tersedia dalam bentuk tablet dengan merek seperti New Diatabs dan Neo Entrostop.
4. Karbon Aktif
Norit adalah salah satu contoh obat yang mengandung karbon aktif, berfungsi mencegah usus menyerap racun yang dapat menyebabkan diare akibat keracunan makanan. Dosis untuk orang dewasa berkisar antara 25–100 gram, sementara untuk anak-anak disesuaikan dengan berat badan.
Berbagai obat diare dapat ditemukan di apotek terdekat.
Selain itu, penting juga untuk menjaga pola makan dan minum selama mengalami diare.
Hindari makanan pedas, bersantan, serta sayur dan buah berserat tinggi.Pastikan juga tubuh tetap terhidrasi dengan mengonsumsi cukup cairan agar terhindar dari dehidrasi yang dapat memperburuk kondisi. (***)
Editor : MS