Jakarta, - PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS) terus memperkuat langkah menuju perusahaan penyedia layanan aviasi yang memiliki jejak bisnis (footprint) regional dan global melalui penjajakan kemitraan strategis dengan DNATA, salah satu penyedia layanan aviasi terkemuka di dunia.
Penjajakan tersebut dilakukan melalui workshop dan benchmarking yang mempertemukan jajaran manajemen kedua perusahaan untuk mengidentifikasi berbagai peluang sinergi dan pengembangan bisnis pada 29–30 Juli 2026 di Singapura.
Workshop tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Komersial IAS, Muchdian Muchlis, bersama Direktur Operasi IAS, Danny P. Thaharsyah. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktur Komersial dan Direktur Operasi PT IAS Hospitality Indonesia (IASH), Direktur PT Gapura Angkasa, serta Senior Executive Group Head Cargo & Logistics IAS.
Direktur Komersial IAS, Muchdian Muchlis, mengatakan bahwa kolaborasi dengan perusahaan yang memiliki jaringan dan pengalaman global merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat kapabilitas sekaligus membuka peluang pengembangan bisnis di pasar internasional.
“Workshop antara IAS dan DNATA kami harapkan menjadi langkah awal menuju kolaborasi yang lebih konkret. Kedua perusahaan memiliki sejumlah lini bisnis yang saling melengkapi sehingga terdapat ruang yang luas untuk bertukar pengetahuan, pengalaman, dan best practices, sekaligus mengidentifikasi berbagai peluang bisnis yang dapat dikembangkan bersama,” ujar Muchdian.
Menurutnya, benchmarking bersama DNATA juga menjadi kesempatan bagi IAS untuk memperoleh perspektif global mengenai pengelolaan bisnis layanan aviasi, mulai dari penerapan standar operasional, peningkatan produktivitas, kualitas layanan, hingga pengembangan model bisnis yang adaptif terhadap dinamika industri.Langkah tersebut sejalan dengan aspirasi IAS untuk terus meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memperluas jejak bisnis pada sektor aviasi di tingkat regional maupun global.
Melalui kolaborasi ini, IAS berharap dapat memperkuat kapabilitas perusahaan, meningkatkan standar layanan, serta memperkuat daya saing melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik (best practices) yang telah diterapkan di industri aviasi global.
“Bagi IAS, kolaborasi global bukan hanya tentang ekspansi pasar, tetapi juga bagaimana kami membangun kapabilitas dan standar layanan yang mampu bersaing di tingkat internasional. Kami ingin pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh melalui kolaborasi ini dapat diterjemahkan menjadi peningkatan kualitas layanan serta penciptaan nilai tambah bagi pelanggan,” tambah Muchdian.
Selain itu, IAS dan DNATA juga tengah menjajaki penyusunan kesepakatan bersama sebagai landasan pengembangan kerja sama bisnis ke depan. Sejumlah potensi kolaborasi telah diidentifikasi dan akan diperdalam untuk menentukan peluang yang dapat direalisasikan secara konkret oleh kedua belah pihak.
Editor : Editor
