Harga Emas Dunia Diprediksi Naik Didukung Perang Dagang Global

Ilustrasi emas. (Foto: Ist)
Ilustrasi emas. (Foto: Ist)

Langkah ini dianggap sebagai strategi tekanan terhadap ekonomi AS.

“Jika China menjual surat utang tersebut, maka pasar global pasti akan terguncang. Situasi ini bisa menguntungkan emas sebagai aset lindung nilai,” jelasnya.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa Ketua The Fed Jerome Powell mengakui perlambatan ekonomi AS akibat perang dagang.

Hal ini memperbesar kemungkinan suku bunga tetap tinggi dalam waktu lama, yang berpotensi melemahkan nilai dolar AS lebih dalam.

Ibrahim memperkirakan indeks dolar bisa turun ke level 98 dalam waktu dekat.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga turut memengaruhi harga emas global. Ibrahim menyebutkan bahwa konflik antara Israel dan Palestina, khususnya di Jalur Gaza, masih memanas meskipun telah ada kesepakatan damai.

Ketegangan ini semakin diperparah dengan munculnya dinamika baru dalam pembicaraan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat.

“Jika negosiasi nuklir gagal, maka risiko konflik regional akan meningkat dan menambah ketidakpastian global,” katanya.

Melihat berbagai faktor tersebut, Ibrahim menyarankan investor untuk mempertimbangkan masuk ke aset emas saat terjadi koreksi harga.

Menurutnya, peluang keuntungan dari investasi emas masih terbuka lebar, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Editor : MS
Banner Komintau - Menteri
Bagikan

Berita Terkait
Terkini