Azwarman menyampaikan beberapa harapan Bupati dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit TBC di Padang Pariaman, antara lain; Mengintegrasikan dan menyelaraskan upaya penanggulangan dan pengendalian Tuberkulosis di Kabupaten Padang Pariaman yang dilaksanakan oleh lintas sektor atau pemangku kepentingan, baik dari sektor pemerintah, masyarakat, maupun swasta.
Selanjutnya memperkuat manajemen program penanggulangan Tuberkulosis yang responsif mulai dari pusat, provinsi, kabupaten, kota dan fasilitas pelayanan kesehatan
Terus menyediakan acuan bagi para pemangku kepentingan dalam merencanakan, menganggarkan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi upaya penanggulangan dan pengendalian Tuberkulosis di Kabupaten Padang Pariaman
Dan meningkatkan investasi sumber daya untuk memperkuat layanan Tuberkulosis guna meningkatkan keberhasilan pengobatan Tuberkulosis sensitif dan resistan obat.
Serta meningkatkan skrining pada kelompok-kelompok berisiko tinggi Tuberkulosis dan memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat dengan Tuberkulosis yang selama ini tidak terdeteksi
Lalu meningkatkan kualitas pelayanan Tuberkulosis yang berpusat kepada kebutuhan masyarakat
Serta meningkatkan kebutuhan dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya penanggulangan Tuberkulosis.Sebagai informasi Gambaran Situasi Terkini Program Tuberkulosis di Kabupaten Padang Pariaman selama 5 tahun terakhir (2020-2024) Jumlah Terduga TBC yang ditemukan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) meningkat dalam 4 tahun terakhir yaitu tahun 2020 sebanyak 5.394 terduga (87%), tahun 2021 sebanyak 6940 terduga (92%), tahun 2022 sebanyak 11.634 terduga (153%), tahun 2023 sebanyak 13.420 terduga (177%), sedangkan pada tahun 2024 sebanyak 15.035 namun karena target bertambah persentase capaian mengalami sedikit penurunan yaitu (163%)
Selanjutnya jumlah kasus TBC yang ditemukan dan diobati di Kabupaten Padang Pariaman menunjukkan adanya gap yang cukup besar dari terduga TBC ditemukan yang meningkat dan sudah melebihi target 100%, yang mana capaian kasus TBC yang ditemukan dan diobati di kabupaten Padang Pariaman masih belum mencapai target nasional 90% seperti uraian berikut:
Tahun 2020 sebanyak 573 dari target 1561 (37%), Tahun 2021 sebanyak 775 dari target 1561 (50%), Tahun 2022 sebanayk 876 dari target 1559 (56%), Tahun 2023 sebanyak 917 dari target 1711 (54%), Tahun 2024 sebanyak 1073 dari target 1903 (56%)
Editor : MS