Padang, - Pemprov Sumbar secara resmi meluncurkan program Nagari Creative Hub, sebagai langkah strategis untuk mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta mengoptimalkan potensi ekonomi lokal di setiap nagari.
Inisiatif ini menjadi bentuk nyata inovasi pemerintah dalam menjawab tantangan keterbatasan anggaran daerah.
Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, menyampaikan kritik terhadap pola pikir konvensional di kalangan birokrasi yang kerap menjadikan minimnya anggaran sebagai alasan untuk tidak berinovasi.
Ia menegaskan bahwa paradigma tersebut harus segera diubah demi menjawab harapan masyarakat yang semakin tinggi di era digital dan keterbukaan informasi.
“Sering kali kita mendengar alasan klasik di setiap dinas, yaitu tidak ada anggaran. Ini bukan zamannya lagi. Kita harus mendorong inovasi meski dalam keterbatasan,” ujar Vasko dalam kegiatan peluncuran program tersebut.
Menurutnya, masyarakat saat ini menuntut hasil nyata. Jika pemerintah tidak menampilkan kinerja yang maksimal, maka kepercayaan publik akan menurun drastis.Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya membangun pola pikir kreatif dan kolaboratif di kalangan aparatur sipil negara.
Lebih lanjut, Vasko menjelaskan bahwa Nagari Creative Hub akan memanfaatkan pendekatan digital untuk membina UMKM dan menarik investasi berbasis potensi lokal.
Program ini juga bertujuan memperkuat peran desa adat (nagari) sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Setiap nagari di Sumatera Barat memiliki keunikan masing-masing. Potensi ini harus dikembangkan melalui pendekatan digital agar bisa bersaing secara global,” tambahnya.
Editor : MS