Pemko Padang Genjot Penataan Kota Melalui Progul Padang Rancak

Pemko Padang Genjot Penataan Kota Melalui Progul Padang Rancak
Pemko Padang Genjot Penataan Kota Melalui Progul Padang Rancak

Ditemui terpisah, Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto, menyatakan bahwa penanganan infrastruktur tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kota. Ia menyebut pentingnya koordinasi dan komunikasi lintas instansi demi efektivitas program pembangunan.

"Untuk tahun ini Pemko Padang diminta untuk mendukung pembangunan flyover Sitinjau Lauik, peran kita bertanggungjawab atas pembebasan lahannya, dan kita mendapat bantuan DAK sebesar Rp15 miliar pembangunan Instalasi Pengolah Lumpur Tinja (IPLT). Kemudian melanjutkan normalisasi Sungai Batang Kandis, itu beberapa kegiatan di samping kegiatan lain seperti operasional, pemeliharaan jalan dan sungai," Sebut Tri.

Ia menyebutkan bahwa Kota Padang telah mempunyai IPLT yang berada di Siteba, namun masih sistem konvensional dan akan dilakukan dengan sistem terpadu sehingga nantinya menghasilkan kompos sebagai bentuk pengelolaan sanitasi yang aman.

Dijelaskan, Kepala BWS V Sumatera, Naryo Widodo, menyampaikan terkait genangan air di beberapa titik di Kota Padang, bahwa penyebab utama adalah tersumbatnya saluran drainase akibat bangunan yang melanggar, seperti teras masjid yang mengambil badan jalan drainase.

“Di kawasan Jondul Rawang, kami temukan banyak bangunan yang menghambat aliran air. Ini jadi perhatian kami bersama agar tak terjadi banjir saat hujan deras,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Jalan Nasional Sumatra Barat, Thabrani, menyampaikan bahwa salah satu kegiatan yang dilakukan tahun ini adalah pembangunan flyover Sitinjau Lauik. Ia mengharapkan dukungan penuh dari Pemko Padang, terutama dalam hal pembebasan lahan.

"Kegiatan lainnya seperti merehabilitasi jembatan Duku dan membangun jembatan Air Gadang di Teluk Bayur, serta melakukan pemeliharaan jalan nasional di wilayah Kota Padang. Kami juga meminta agar Pemko membuka akses ke Terminal Anak Air, mengingat lokasinya dekat dengan jalan tol Padang–Sicincin," ungkapnya.

Lebih lanjut, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumbar, Maria Doeni Isa, mengatakan bahwa tahun ini pihaknya melaksanakan pembangunan Refuse-Derived Fuel (RDF) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Dingin, Kecamatan Koto Tangah. Fasilitas ini dirancang untuk mengolah 200 ton sampah per hari menjadi bahan bakar pengganti batu bara bagi PT Semen Padang.

"Kemudian revitalisasi IPLT guna menciptakan sanitasi yang lebih aman dan berkelanjutan. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat," ungkapnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Sumatera Barat, Rifda Suriani, turut menyampaikan kesiapan pihaknya dalam mendukung penuh pembangunan infrastruktur di Kota Padang.

Editor : MS
Banner Komintau - MenteriBanner Nevi - HajiBanner Rahmat Hidayat - Hari BuruhBanner Rahmat Saleh - Pers
Bagikan

Berita Terkait
Terkini