Dihipotesiskan Efek Latihan CCT dan Bakat, Risky Syahputra Sah Bergelar Doktor

Risky Syahputra, Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan UNP. (Foto: Ist)
Risky Syahputra, Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan UNP. (Foto: Ist)

Hari-harinya saat ini juga melatih tenis dan meneruskan pekerjaan rutinya sebagai pelatih strength and conditioning yang berpengalaman mendampingi Coach Robert Jhon Ballard.

Risky Syahputra mengaku menulis disertasi doktoral dengan judul "Efek Model Latihan Combinated Coordination Training (CCT) dan Bakat serta Jenis Kelamin Terhadap Keterampilan Teknis Dasar Petenis U-12".

Dikatakannya, disertasi doktoralnya ini mengupas tentang bagaimana mendeteksi bakat olahraga anak sejak dini dan latihan koordinasi yang dapat mempercepat proses adaptasi anak dalam menguasai teknik dasar tenis.

"Saya melihat perhatian pemerintah pada usia fundamental masih sangat kurang. Padahal yang membuat atlet itu menjadi top adalah pembentukan sejak usia dini menjadi faktor penting," ungkapnya.

Ia berharap, dengan disertasi yang fokus deteksi bakat olahraga usia dini dan CCT akan sedikit mengungkap bahwa pentingnya proses pembibitan dan program yang tepat untuk memperbanyak jumlah talent pool yang berlatih.

"Menyoal identifikasi bakat, saat ini menjadi kelemahan negara kita. Populasi anaknya banyak namun yang berlatih di klub sedikit,"pungkasnya. (***)

Editor : MS
Banner Sekjen PWI PusatBanner Rahmat Saleh - Milda Berdaya
Bagikan

Berita Terkait
Terkini