“Kita akan follow up dalam bentuk pembangunan sekolah vokasi atau lembaga pelatihan yang akan mencetak tenaga kerja terampil dan siap kerja, yang bisa kita kirim ke luar negeri,” ungkapnya.
Dirinya menyebutkan bahwa hingga Mei 2025 terdapat 1,7 juta lowongan kerja di luar negeri, namun baru 297 ribu yang terisi.
Ia menekankan pentingnya kesiapan SDM agar bisa bersaing di pasar global.
“Pemerintah daerah perlu membangun ekosistem pelatihan yang terfokus, mulai dari keterampilan teknis, vokasi, hingga pelatihan bahasa. Pelatihan untuk ke luar negeri sebaiknya terpisah dari pelatihan dalam negeri agar lebih terarah dan maksimal,” jelasnya. Editor : MS


