Painan, - Konservasi Pantai Penyu di Nagari Amping Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), sudah disinggahi tiga jenis penyu langka untuk bertelur.
Ketua Laskar Turtle Camp (LTC) Amping Parak, Haridman, menyampaikan sudah disinggahi tiga jenis penyu langka untuk bertelur.
Haridman menuturkan, pengembagan pantai itu sebagai kawasan konservasi penyu mulai dilakukan sejak tahun 2015, setelah sebelumnya digagas tahun 2012.
"Berbagai jenis penyu langka itu diketahui mendarat ketika anggota LTC melakukan ronda rutin, dan untuk melakukan survei tracking penyu," ujarnya.
Saat ini sudah terdapat tiga jenis penyu langka yang mendarat di kawasan ini untuk bertelur," sambung Haridman, pada media.
Kepala Dinas Perikanan Pessel, Firdaus, ketika dihubungi menjelaskan bahwa mendaratnya kembali berbagai jenis penyu di Amping Parak disebabkan gencarnya kampanye perlindungan penyu di kawasan tersebut oleh penggerak konservasi penyu LTC di Amping Parak."Sekarang kegiatan pencarian telur penyu oleh masyarakat telah turun drastis, sehingga penyu nyaman untuk mendarat," katanya.
Firdaus menyebutkan bahwa saat ini ada enam jenis penyu yang sudah diambang kepunahan di Indonesia. Enam jenis penyu yang diambang punah tersebut adalah, penyu hijau, penyu sisik, penyu tempayan, penyu belimbing, penyu ridel dan penyu pipih. Seluruh jenis penyu itu sebetulnya terdapat di Pesisir Selatan.
"Penyu merupakan jenis ikan yang dilindungi berdasarkan ketentuan hukum nasional dan internasional. Enam jenis penyu kini terancam punah akibat aktivitas manusia. Pemerintah melalui petugas perikanan dan pemberdayaan kelompok masyarakat terus berupaya mensosialisasikan penyelamatan penyu salah satu yang berhasil saat ini adalah LTC Amping Parak," jelasnya.
Disebutkannya peraturan tentang perlindungan hewan langka ini tertuang dalam UU No 5 tahun 1990 tentang konservasi SD hayati dan ekosistemnya. UU No 31 tahun 2004 tentang perikanan, PP No 60 tahun 2007 tentang konservasi sumber daya ikan.
Editor : MS