Lahan Baku Sawah (LBS) Nasional Tahun 2024, di Kabupaten Pessel 22,832

Kepala Dinas Pertanian Pesisir Selatan, Mardianto, memaparkan data Lahan Baku Sawah (LBS) tahun 2024 dan penerapan metode MTOT untuk peningkatan produksi padi. (Foto: Ist)
Kepala Dinas Pertanian Pesisir Selatan, Mardianto, memaparkan data Lahan Baku Sawah (LBS) tahun 2024 dan penerapan metode MTOT untuk peningkatan produksi padi. (Foto: Ist)

Painan, - Data Lahan Baku Sawah ( LBS) Nasional yang menjadi dasae analisis dampak perubahan iklim pada sektor pertanian, yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan hidup, untuk tahun 2024 LBS di Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan yaitu 22. 832.

Hal itu disampakan Kepala Dinas Pertanian, Kabupaten Pesisir Selatan Mardianto, Rabu 9/7-2005. Dia mengatakan, data nasional tahun 2024 LBS di wilayahnya 22.832.

Mardianto menyampaikan, Data LBS Nasional tahun 2024, Agam 23.001, Dhamasraya 4.629, Kepulauan Mentawai 1.693, Kota Bukit Tinggi 376, Kota Padang 4.358, Padang Panjang 484.

Lanjut Kadis Pertanian, Pariaman 1.646, Payakumbuh 2.644, Sawahlunto 1.551, Kota Solok 866, Lima Puluh Koto 17.585, Padang Pariaman 20.607, Pasaman 16.166, Pasaman Barat 7.190, Pesisir Selatan 22.832, Sijunjung 10.368, Solok 22.668, Solok Selatan 8.794, Dan, Tanah Datar 21.601, total Ha 188.521.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, melalui Dinas Pertanian dalam mendukung progam Ketahanan Pangan, telah melaksanakan terobosan inovatif dengan melakukan motode Mulsa Tanpa Olah Tanah (MTOT ).

Advertisement
Banner IKA UNAND
Scroll kebawah untuk lihat konten
"luas lahan sawah di Kabupaten Pesisir Selatan yaitu 23 ribu hektar, 75 % menggunakan irigasi, 25 % tidak menggunakan irigasi. Dan, dari 75 % itu, 35 % tidak berfungsi saluran irigasinya," jelas nya.

Mardianto, motode MTOT telah dilaksanakan sejak tahun 2022 dengan membuat demplot-demplot, dan tahun 2024 telah menggunakan motode MTOT di satu kecamatan seluas 20 hektar.

"Alhamdulilah hasil dari MTOT di Pessel mencapai 6,8 sampai dengan 7,5 Ton per hektar," sambungnya.

Ia menambahkan, sejauh ini dinas telah melakukam pendataan terhadap sawah tadah hujan yang ada di wilayahnya, yaitu 6.073,09 Ha. Yang, sebagian besar tidak berisisan dengan batang air atau sungai .

Sedangkan luas luasan sawah tadah hujan yang berisisan dengan batang air atau sungai adalah, Madrianto 1.397 Ha. Sedangkan, selebihnya adalah sawahtadah hujan yang tidak beririsan dengan batang air atau sungai. yaitu seluas 4.676,09 Ha, tekuk Kepala Dinas Pertanian Madrianto, S.Hut., M.H. (***)

Editor : MS
Banner Ulang Tahun Gerindra ke 8
Bagikan

Berita Terkait
Terkini