Jakarta, - Ekspor AC Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan pada kuartal I 2025. Data Kementerian Perdagangan RI menunjukkan nilai ekspor AC melonjak 118,9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dengan total mencapai USD 157 juta.
Lonjakan ini menegaskan daya saing produk AC buatan Indonesia di pasar global, sekaligus meningkatnya permintaan dari negara tujuan utama.
Meski tren ekspor terus meningkat, ketersediaan teknisi tata udara bersertifikat masih menjadi tantangan besar. Menyikapi hal ini, PT Daikin Airconditioning Indonesia (DID) terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya teknisi AC.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap inisiatif Asosiasi Praktisi Pendingin dan Tata Udara Indonesia (APITU) dalam kegiatan APITU Berbagi XIII yang berlangsung di ROBINSON Resort, Cisarua, Bogor, Selasa (13/8). Acara ini dihadiri praktisi tata udara dari seluruh Indonesia dengan fokus pada pelatihan, sertifikasi, dan inovasi teknologi pendingin.
Presiden Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia, Shinji Miyata, menegaskan pentingnya peran teknisi dalam industri HVAC.
Sementara itu, Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia, Budi Mulia, menekankan bahwa DAIKIN selalu menjadikan teknisi sebagai garda terdepan.
“Dukungan kami pada APITU didasari semangat bersama untuk meningkatkan kompetensi teknisi. Kolaborasi ini sudah berlangsung lama melalui pelatihan, sertifikasi, hingga pemanfaatan fasilitas training center DAIKIN untuk uji kompetensi APITU,” jelas Budi.
Selain itu, DAIKIN memperkenalkan AC Nusantara Prestige, seri AC hunian pertama yang diproduksi di pabrik penuh di Indonesia.
Produk ini hadir dalam tiga model yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, dengan standar kualitas global.
Editor : MS

