Solok Selatan, - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan bersama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Solok kembali menghadirkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak. Launching kegiatan ini dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Padang Aro, sekaligus berlangsung di tujuh kecamatan lainnya di Solok Selatan, pada Sabtu (30/8/2025)
Program ini menjadi bagian dari agenda nasional yang digelar secara serentak di 7.285 kecamatan se-Indonesia, dalam upaya pemerintah menjaga stabilisasi harga dan ketersediaan bahan pangan, khususnya beras.
Stabilisasi Harga dan Pasokan Beras, Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan, H. Syamsurizaldi, yang hadir mewakili Bupati, mengatakan bahwa GPM sangat penting sebagai langkah konkret pemerintah dalam menekan harga beras yang sempat mengalami lonjakan.
“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat. Selain menjaga pasokan, kita juga ingin memastikan masyarakat bisa memperoleh beras dengan harga terjangkau,” ujar Syamsurizaldi.
7 Ton Beras di Setiap Kecamatan, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab, Musferi Hendra, menjelaskan bahwa untuk pelaksanaan GPM kali ini, Bulog menyiapkan masing-masing 7 ton beras yang disebar ke tujuh kecamatan di Solok Selatan. Harga jual beras dipatok sebesar Rp12.500 per kilogram, jauh lebih murah dibanding harga pasaran yang saat ini bisa mencapai Rp14.000–Rp15.000 per kilogram.
“GPM ini bukan hanya sekali, tetapi akan terus berlanjut hingga bulan Desember 2025, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaatnya dalam jangka panjang,” jelasnya.Warga Bisa Datangi Kantor Camat yang ingin memanfaatkan program ini, cukup mendatangi kantor camat sesuai domisili. Dengan sistem ini, pemerintah daerah berharap akses masyarakat terhadap beras murah menjadi lebih mudah dan merata di setiap kecamatan.
Peluncuran GPM juga diikuti oleh unsur Forkopimda Solok Selatan dan jajaran perangkat daerah. Secara nasional, kegiatan ini tersambung dalam jaringan daring (online meeting), sehingga pemerintah pusat dapat memantau langsung pelaksanaannya di daerah.
Dengan adanya GPM, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga, inflasi dapat dikendalikan, dan ketahanan pangan daerah semakin kuat. (***)
Editor : MS