Melalui grup WhatsApp, kabar aksi damai meluas. Seruan itu menjalar cepat. Seruan Itu mengundang mahasiswa dan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi di Gedung DPRD Sumbar pada Senin, 1 September 2025. Antisipasi chaos membuat Pemko Padang mengambil kebijakan meliburkan sekolah pada 1 September. Suasana kota seakan menahan napas.
Hari itu tiba. Jalanan lengang, aparat siaga, dan seluruh mata tertuju ke Gedung DPRD Sumbar. Namun ketika massa mahasiswa dari berbagai kampus hadir, yang tampak bukan kericuhan, melainkan pemandangan yang menenteramkan. Barisan tertib, orasi terarah, dan wajah-wajah yang menyuarakan semangat perubahan tanpa amarah.
Inilah wajah Minangkabau: adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Nilai luhur yang diwariskan para leluhur indak lekang dek paneh (tidak lekang oleh panas), indak lapuak dek hujan (tidak lapuk oleh hujan).
Pepatah ini menekankan keteguhan, keabadian, dan ketulusan dalam hubungan maupun nilai kehidupan, meskipun diterpa waktu maupun keadaan.Ketua DPRD Sumbar Muhidi bersama wakilnya Nanda Satria, Evi Yandri, Iqra Chissa, dan anggota lainnya menerima aspirasi mahasiswa dengan tangan terbuka. Dialog hangat menggantikan ketegangan. Kecurigaan berubah menjadi kepercayaan, kekhawatiran berganti dengan kebanggaan.
Editor : MS