Pemko Pariaman Ikuti Penilaian Kinerja dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terhadap 8 aksi konvergensi Stunting

Pemko Pariaman Ikuti Penilaian Kinerja dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terhadap 8 aksi konvergensi Stunting
Pemko Pariaman Ikuti Penilaian Kinerja dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terhadap 8 aksi konvergensi Stunting

Lebih lanjut ia mengatakan Kota Pariaman menegaskan komitmennya untuk menciptakan generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting melalui pendekatan lintas sektor, berbasis keluarga, dan merata hingga ke Desa/Kelurahan dengan 8 Aksi Konvergensi Stunting Kota Pariaman Tahun 2024, yaitu :

1.Master Ansit (Analisis Situasi),2.Penilaian Kegiatan,3.Rembuk Stunting,4.Peraturan Walikota Percepatan Penurunan Stunting,5.Pembinaan Pelaku dan Pemerintahan Desa/Kelurahan,6.Sistem Manajemen Data Stunting,7.Pengukuran dan Publikasi Stunting dan8.Reviu Kinerja Tahunan.,

“Salah satu misi Pemko Pariaman dengan Revitalisai Posyandu, capaian perhitungan sasaran balita dengan balita yang diukur sudah mencapai 99.74 %, sehingga Kota Pariaman masuk kedalam 4 Besar Capaian Pengukuran Balita Tertinggi Nasional,” katanya.

Kota Pariaman mempunyai inovasi daerah dalam mendukung penurunan stunting Tahun 2024 antara lainSINIMIL SANTIANG(Siap Nikah Dan Hamil Segera Cegah Stunting) sebuah inovasi agar Catin, CaPUS, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, Ibu yang memiliki balita 0-59 bulan, mendapatkan pendampingan mulai dari status kesehatan, status administrasi kependudukan, lingkuingan tempat tinggal (jamban dan air bersih), serta jaminan social berupa bantuan sosial (PKH).

“Selama tahun 2024, telah terdampingi sebanyak 40 sasaran oleh TPK (Tim Pendamping Keluarga), yang diangkat kasusnya pada saat pelaksanaan Minilokakarya tingkat kecamatan,” ungkapnya.

Kemudian adaSIKEKE LANGSING(Sinergi Keroyok Kampung KB Lancarkan Penanganan Stunting) inovasi agar Keluarga Beresiko Stunting (KRS) mendapatkan pendampingan mulai dari status kesehatan, status administrasi kependudukan, lingkungan tempat tinggal (jamban dan air bersih), serta jaminan social berupa bantuan social (PKH) melalui website Kampung KB.

“Dimana Selama tahun 2024, telah terlaksana verifikasi dan validasi data sebanyak 2.819 keluarga Pasangan Usia Subur (PUS) yang terdata,” tambahnya.

Adapun Penghargaan Kota Pariaman Di Tahun 2024, antara lain selama Dua Tahun berturut-turut dari Tahun 2023 dan 2024, Kota Pariaman meraih Universal Helath Coverage (UHC) Awards, dan Penghargaan Puskesmas Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP) yang diraih Puskesmas Air Santok dari Kementerian Kesehatan, jelasnya.

“Untuk Puskesmas di Kota Pariaman, seluruh Puskesmas kita juga telah memperoleh capaian Sertifikat Akreditasi Paripurna (7 Puskesmas),” tutupnya. (J)

Editor : MS
Banner InfografisBanner - Gor
Bagikan

Berita Terkait
Terkini