"Karena tak ada negara maju tanpa industri yang maju," ucapnya.
Sementara di Sumbar Industri umumnya bergerak di hulu sebagai pemasok bahan baku di Industri maju pada negara maju, masih disekitaran hasil pertanian, seperti kelapa sawit, karet, Gambir, kakao dan minyak bumi.
Untuk itu Gubernur Mahyeldi mendorong pengembangan green industry (industri hijau) di Sumatera Barat dengan fokus pada pemanfaatan potensi energi baru terbarukan (EBT) yang melimpah.
Tujuannya adalah menjadikan Sumbar sebagai pusat investasi energi hijau dan industri digital yang berkelanjutan, serta menjadi pelopor green province di Indonesia.
"Sumbar memiliki potensi besar dari energi air, panas bumi, surya, dan angin yang belum dimanfaatkan secara optimal, untuk itu Pemprov Sumbar berupaya mengundang investor untuk berpartisipasi dalam pengembangan industri hijau," jelasnya.
Menyangkut penambahan ruang kelas baru Inspektur I Kementerian Perindustrian Dewi Setiawati, ST, M.SE. menyampaikan hal ini akan dibicarakan di Kementerian Perindustrian.
"Pada prinsipnya kami setuju adanya pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), karena mengatasi kekurangan ruang belajar dan meningkatkan kualitas pendidikan," ungkap Dewi.Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses, ketersediaan, dan pemerataan kesempatan belajar di sekolah, terutama di SMK yang peminatnya siswanya melebihi kapasitas.
Perlu tambahan dua ruang kelas baru untuk menunjang proses kegiatan belajar di SMK - SMAKPA Padang. Usulan akan segera di sampaikan melalui Kementerian terkait.
Sebelumnya Kepala Sekolah SMK - SMAKPA Padang Drs. Nasir melaporkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMK SMAK Padang dilaksanakan melalui jalur “JARVIS” (Jalur Penerimaan Vokasi Industri) yang terdiri dari Jarvis Prestasi, Jarvis Mandiri dan Jarvis Bersama padatahun 2025.
Editor : MS