Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik UNAND, Ir. Insannul Kamil, M.Eng., Ph.D, menyampaikan bahwa perancangan dan pembuatan instalasi pompa energi surya (solar panel) ini merupakan aksi nyata dan kontribusi nyata Universitas Andalas dalam mendukung pembangunan pedesaan dan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui energi matahari yang terbarukan, hijau dan berkelanjutan, kami ingin menghadirkan solusi berkelanjutan yang dapat digunakan masyarakat secara mandiri. Ini bukan hanya soal teknologi, tetapi bagaimana dapat mewujudkan harapan dan kebutuhan pertanian bagi masyarakat Tanjung Barulak,” ujarnya.
Program ini merupakan implementasi Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan, swasembada energi dan swasembada air, penguatan SDM dan pembangunan yang dimulai dari desa.
Kehadiran teknologi energi terbarukan seperti solar pump ini menjadi aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim, mengurangi emisi karbon (upaya pencapaian net zero emission / emisi nol karbon) dan mendorong pembangunan berkelanjutan di sektor pertanian.
Dukungan luas yang diterima dari berbagai pihak terhadap kegiatan ini menjadi bukti dan menjadi kekuatan terlaksananya program ini. Pemerintahan Nagari dan Wali Nagari Tanjung Barulak memberikan fasilitas penuh, sementara masyarakat ranah dan rantau turut berkontribusi dalam berbagai bentuk, moril dan materil.
Kolaborasi juga didukung oleh Kodam XX Tuanku Imam Bonjol dan Polda Sumbar serta PLN UID Sumbar yang memberikan bantuan pada aspek koordinasi, kelancaran dan komunikasi kegiatan.
Instalasi Sistem solar pump yang diserahkan kepada masyrakat mampu memompakan air dari sumber air Batang Manganan di tempat rendah ke area persawahan mencapai ketinggian 160 meter dan jaringan pipa sepanjang 1,3 kilometer (1300 meter) dengan menggunakan energi matahari.Selain pemasangan instalasi peralatan, tim pengabdian masyarakat juga memberikan pelatihan operasional dan perawatan kepada kelompok tani agar sistem ini dapat digunakan dengan optimal dan berkelanjutan serta dipelihara dengan baik.
Bagi masyarakat Tanjung Barulak, hadirnya teknologi pompa air menggunakan energi matahari ini bukan sekadar pencapaian teknikal, tetapi nilai dan momen historis. “Kami sudah menunggu ini sejak zaman nenek moyang kami. Baru hari ini harapan itu terkabul,” ujar salah seorang tokoh masyarakat dengan haru dan menetaskan air mata.
Insannul Kamil mengatakan prototipe instalasi pompa surya yang diserahkan ini diharapkan dapat menjadi role model bagi nagari lain di Sumatera Barat dan desa di Indonesia. Dengan kolaborasi yang telah terbukti antara perguruan tinggi/ akademisi, pemerintah, TNI/Polri dan masyarakat, harapan satu seratus tahun (1 abad) Masyarakat nagari Tanjung Barulak, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Darat akhirnya terwujud dan sebuah fakta yang tidak lagi angan-angan.
Editor : Editor