Terbukti karena program ini dinilai sebagai inovasi yang dapat menekan biaya produksi, meningkatkan kesejahteraan petani kecil, dan mendukung swasembada pangan nasional.
Pemerintah pusat dan daerah, termasuk Kementerian Pertanian dan Komisi IV DPR RI, telah mengapresiasi dan berdiskusi tentang potensi SPM untuk diadopsi di seluruh Indonesia.
Salah satu kesaksian petani sawah yang telah menerapkan pola SPM ini adalah ibuk Fenti , petani asal Solok Selatan yang hanya tamatan SMP bisa mengelola dua Pring sawah tanpa mengeluarkan uang sepersen pun. Ia hanya bermodal tenaga saja. Ibu Fenti bahkan sekarang bisa menghidupi keluarganya.
PPL yang bertugas di daerah tersebut juga kagum dengan kegigihan dan usaha ibu Fenti hingga potensi panennya luar biasa. Ibu Fenti menerapkan Mulsa Tanpa Olah Tanah tok, tanpa mencampur dengan pupuk kimia, hanya menambah Bio Saka yang diracik tangan sendiri oleh ibu Fenti, dan inilah inovasi alamiah dari Sawah Pokok Murah .Alhasil Ibu fenti bisa panen menghasilkan10-12 karung padi dengan keuntungan Rp 3-5 juta.(**)
Editor : MS