"Nih lihat, laut tak akan menerima sampah, laut pasti mengeluarkannya lagi,"ujar Andre melihatkan layar Iphone nya ke Uda Levi.
Andre tak sekedar mengutuk saja, saat bertemu Kapolda Sumbar Irjend Pol Gatot di Mapolda Andre pun minta Kapoda untuk mengusut dan tegakan hukum pada pelaku Ilegal Loging.
"Sudah lah Pak Kapolda tindak tegas saja, alam sudah memperlihatkan bukti, bahwa galodo atau banjir bandang membawa potongan kayu dari praktek ilegal loging"ujar Andre saat serahkan bantuan untuk dapur umum di lokasi bencana.
"Siap kami sudah sidik atas praktek ilegal loging ini,"ujar Kapolda Irjen Pol Gatot.
Sementara itu Ketua Jaringan Pemred Sumbar (JPS) Adrian Tuswandi juga mengakui kalau potongan kayu bukan dipotong air, bukan digergaji angin.
"Itu karena dipotong oleh tagan-tangan manusia, pohon itu adalah 'pasak bumi' selain memberikan kehidupan kepada bumi juga menahan air, kalau pasak bumi ditebang maka alam akan menghukumnya sendiri. Tapi korbannya tidak si pelaku ilegal loging itu, namun korban masyarakat yang tak berdosa "ujar Adrian biasa di sapa Toaik."Hari ini 'ranah minang baurai air mato', selain aksi humanity, tentu air bah itu membawa bukti menjadi awal penegakan hukum,"ujar Toaik.
Andre Rosiade terus bergerak dari titik lokasi bencana ke lokasi yang lain, sampai Jumat 28/11-2025, mulai Lumin Park sampai Kampung Berok Baru Siteba, Komplek Berindo dan berakhir di Unand Limau manis, Andre Rosiade menemui mahasiswa kos dan warga yang mengungsi ke Masjid Nurul Ilmi.
"Hari ini (Sabtu,red) kita lanjut aksi bantu masyarakat yang ditimpa musibah, Ya Allah kuatkanlah warga korban bencana menghadapi bencana ini,"ujar Andre Rosiade lirih. (***)
Editor : Editor
