Kontribusi nyata alumni Unand di bidang kebencanaan antara lain pengembangan rumah instan tahan gempa yang kini telah diadopsi secara nasional. Alumni juga aktif dalam penyusunan kebijakan publik dan regulasi terkait kebencanaan.
Sinergi kampus dan alumni bahkan berhasil melahirkan Program Magister Pendidikan Bencana sebagai pusat pendidikan kebencanaan regional Sumatera.
“Ini menjadi ruang belajar penting bagi BPBD provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia,” lanjut Rustian.
Kepala KSP M. Qodari menyampaikan apresiasi tinggi kepada IKA Unand atas kekompakan dan kontribusinya.
Ia memuji capaian Unand sebagai salah satu universitas terbaik di Sumatera dan Indonesia.
“Andalas itu nama lain dari Sumatera, jadi wajar Unand menjadi representasi perguruan tinggi di pulau ini,” kata Qodari.Ia juga menyoroti banyaknya alumni Unand yang kini menduduki posisi strategis, mulai dari pejabat kementerian, kepala daerah, hingga pimpinan lembaga negara. Qodari berharap Kongres VII IKA Unand 2025 berjalan lancar dan melahirkan program-program yang mampu bersinergi dengan agenda pembangunan nasional.
Kongres VII IKA Unand 2025 juga menjadi ajang penting karena menghadirkan sembilan calon Ketua Umum IKA Unand periode 2025–2029. Para kandidat ini akan menjalani proses pemilihan setelah rangkaian sidang organisasi. Hasil kongres diharapkan dapat memperkuat silaturahmi sekaligus menghasilkan rekomendasi strategis untuk pembangunan daerah dan nasional. (***)
Editor : Editor