Jakarta, - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah (GPM) harus menunjukkan keberpihakan nyata negara kepada masyarakat korban bencana hidrometeorologi, khususnya di wilayah Sumatera, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menurut Alex, ribuan warga di daerah tersebut masih berada dalam kondisi sulit. Oleh karena itu, ia meminta titik GPM diperbanyak dan diprioritaskan di wilayah terdampak bencana, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Alex saat rapat kerja Komisi IV DPR RI bersama mitra kerja, Selasa, di Kompleks Parlemen, Senayan. Rapat itu membahas pengamanan harga pangan dan kesiapan stok nasional menjelang Ramadhan.
Alex merespons rencana ID Food yang akan menggelar GPM di 420 titik secara nasional. Namun, berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah GPM di wilayah bencana dinilai masih minim. Di Aceh hanya terdapat dua titik, Sumatera Utara empat titik, dan Sumatera Barat sembilan titik.
“Kondisi ekonomi masyarakat di daerah bencana sedang berat. Karena itu, saya berharap GPM digelar gratis. Jika tidak memungkinkan, maka jumlah titiknya harus ditambah,” tegas politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut.
Menurutnya, Jakarta justru mengalami penurunan jumlah penduduk saat Lebaran karena arus mudik. Sebaliknya, Jawa Tengah menjadi tujuan utama pemudik. “Logikanya, titik GPM di daerah tujuan mudik seharusnya lebih banyak,” ujar Ketua PDI Perjuangan Sumbar itu.
Tak hanya GPM, Alex juga mempertanyakan jadwal penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng untuk 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada 2026. Ia mendorong agar Bapanas dan Bulog menyalurkan bantuan tersebut lebih awal, yakni pada Februari hingga Maret 2026.
Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya, Alex menilai percepatan penyaluran sangat penting, mengingat kondisi geografis Indonesia yang beragam. “Distribusi ke wilayah terpencil, termasuk pedalaman Papua, membutuhkan waktu lebih panjang,” jelasnya.
Rapat kerja tersebut dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto) dan dihadiri Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Wamentan Sudaryono, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, Wamen KKP Didit Herdiawan, Kepala Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, serta Dirut ID Food Ghimoyo beserta jajaran terkait. (***)
Editor : Editor