“Saya ingatkan, jangan sampai masyarakat Sumatera Barat dirugikan akibat pekerjaan yang asal-asalan atau molor,” ucapnya.
Menurut Zigo, peninjauan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Ia meminta agar pelaksanaan pekerjaan tidak mengganggu kelancaran lalu lintas masyarakat.
“Kita tidak ingin pekerjaan preservasi justru menimbulkan kemacetan atau hambatan saat arus mudik. Semua harus diatur dengan baik,” ujarnya.
Ia menegaskan, Komisi V DPR RI akan terus mengawal proyek infrastruktur strategis di Sumatera Barat.“Infrastruktur jalan menyangkut hajat hidup orang banyak. Karena itu, kami akan terus mengawasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkas Zigo Rolanda. (***)
Editor : Editor

