Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Mahyeldi--Vasko

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Mahyeldi--Vasko
Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Mahyeldi--Vasko

Pengalaman panjang Mahyeldi dalam penanganan bencana menjadi salah satu faktor stabilitas kepemimpinan. Sejak gempa besar 2009 hingga berbagai bencana banjir di Kota Padang, pendekatan koordinatif dan berbasis data menjadi ciri kepemimpinannya.

Di sisi lain, Wakil Gubernur Vasko tampil dengan gaya kepemimpinan lapangan yang energik. Kehadirannya langsung di tengah masyarakat terdampak, interaksi tanpa jarak dengan warga, serta pemanfaatan jejaring nasional membantu percepatan bantuan dan dukungan lintas sektor. Kombinasi pengalaman dan energi muda ini dinilai memperkuat respons pemerintah daerah terhadap situasi krisis.

Proyek Strategis untuk Konektivitas dan Pertumbuhan

Di tengah fokus pemulihan, pembangunan strategis tetap berjalan. Proyek Flyover Sitinjau Lauik menjadi salah satu prioritas untuk meningkatkan keselamatan transportasi dan efisiensi distribusi logistik. Selain itu, kelanjutan pembangunan Jalan Tol Padang–Sicincin hingga koneksi Trans Sumatera membuka peluang integrasi ekonomi regional yang lebih luas.

null

Program pembangunan juga menyentuh sektor pesisir melalui revitalisasi kampung nelayan, sektor pertanian lewat rehabilitasi jaringan irigasi, perbaikan kawasan permukiman melalui program rumah layak huni, serta perluasan akses energi melalui pembangunan PLTMH dan program listrik masyarakat. Rangkaian program ini menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dukungan Pusat Jadi Faktor Penting

Pemulihan pascabencana membutuhkan dukungan anggaran pemerintah pusat yang memadai. Rehabilitasi dan rekonstruksi bukan sekadar perbaikan fisik, tetapi juga strategi menggerakkan ekonomi lokal melalui sektor konstruksi, tenaga kerja, dan UMKM. Pendekatan kolaboratif lintas level pemerintahan dinilai penting agar dampak ekonominya optimal bagi masyarakat daerah.

Dari Pemulihan Menuju Transformasi

Refleksi satu tahun kepemimpinan Mahyeldi–Vasko menunjukkan bahwa stabilitas sosial dapat dijaga meski menghadapi bencana beruntun. Namun, fokus ke depan tidak hanya pada pemulihan, melainkan transformasi pembangunan yang lebih tangguh terhadap risiko bencana.

Penguatan tata ruang berbasis mitigasi risiko, hilirisasi sektor pertanian, digitalisasi UMKM, serta pengembangan konektivitas strategis menjadi bagian dari agenda jangka panjang. Dengan pendekatan build back better and stronger, Sumatera Barat diarahkan tidak hanya pulih, tetapi bangkit dengan struktur ekonomi dan tata kelola yang lebih kokoh.

Editor : MS
Banner InfografisBanner - GorBanner Rahmat Saleh - Gema
Bagikan

Berita Terkait
Terkini