Selain pesan keagamaan, Muhidi juga menyinggung musibah banjir dan galodo yang melanda Sumatera Barat pada November 2025 lalu. Ia menyebut berkat dukungan masyarakat, Forkopimda, serta TNI/Polri, proses penyampaian data R3P kepada pemerintah pusat dapat diselesaikan dalam waktu 48 hari dari target tiga bulan.
“Alhamdulillah, kerja keras dan kebersamaan kita membuahkan hasil. Data sudah diserahkan ke pusat, dan Pak Gubernur juga telah mempresentasikan kebutuhan daerah. Mudah-mudahan segera ada keputusan terkait besaran bantuan yang diterima Sumatera Barat,” jelasnya.
Muhidi juga menginformasikan adanya program pelatihan vokasi bagi 5.000 pemuda dari Menteri Ketenagakerjaan. Ia mendorong generasi muda menyiapkan diri dengan memilih keterampilan yang relevan agar mampu bekerja atau membuka lapangan usaha ke depan.
Di akhir kegiatan, Muhidi menyerahkan bantuan untuk Masjid Nurul Yaqin yang terdiri dari dana hibah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sebesar Rp50 juta, bantuan Bank Nagari Rp5 juta, serta sumbangan pribadi Ketua DPRD Sumbar sebesar Rp1 juta. Selain itu, diserahkan pula 40 mushaf Al-Qur’an dan satu unit mesin genset dari PLN.
Muhidi berharap, selama Ramadan masyarakat semakin meramaikan masjid dan musala dengan salat berjamaah serta mengikuti kegiatan pesantren Ramadan di masing-masing kabupaten dan kota di Sumatera Barat."Kami mengimbau masyarakat menjaga ketertiban dan tidak bermain petasan demi kenyamanan bersama," ujarnya
Editor : MS