Kopi di Jawa terutama di Jawa Barat sekarang, merupakan kisah panjang.
Komandan Pasukan VOC di Pantai Malabar, Adrian Van Ommen yang sedang berada di Cochin, tak jauh benar dari Kerala, sisi tanduk anak Benua India arah ke Laut Arab, tanpa berkedip mambaca surat dari Walikota Amsterdam, Nicholas Witsen. Surat itu dibawa dari jantung termahal Belanda, disimpan dalam sebuah peti terkunci. Surat telah berlayar dari Amsterdam melewati Kanal Inggris, melintas di laut di depan tanduk kecil Spanyol, dan Portugal. Kemudian “hanyut” ke laut lepas Samudera Atlantik, untuk seterus menyisir lepas pantai Afrika hingga ke Tanjung Pengharapan. Dari sana, kapal seperti berbalik pulang, tapi melewati laut yang lain, Samudera Hindia, lalu menusuk tajam ke Malabar. Berhenti di negeri orang, negeri asing: India.
Isi surat itu, ambil biji kopi di Malabar, bawa ke Batavia.
Lalu tibalah di Batavia. Ditanam pertama kali di sana, sebuah kawasan yang kemudian diberi nama Pondok Kopi, Jakarta.
Lahan luas
Perhutani penjaga hutan Jawa, profesionalitasnya dimulai dari zaman Belanda. Tak ada di pulau lain, hutan dan mata air yang dijaga sehebat di Jawa. Dan, itu oleh Perhutani.
Perhutani punya lahan yang luas untuk bisa dimanfaatkan. Eksisting luasan untuk satu hamparan sesayup mata memandang sekitar 5.000 ha per hamparan misalnya, ada di 4 lokasi. Luas lahan potensi 76.787 hektare di beberapa lokasi di punggung Jawa.
Sekarang, Perhutani membina petani untuk membantu pergerakan ekonomi. Kopi yang dipanen dijual kepada pedagang. Beda dengan kopi Banaran milik PTP yang diekspor ke Eropa.Sebelum naik kereta pada Selasa malam, menuju Surabaya, saya ngopi dulu di kafe Plataran Kota milik Kopi Banaran di Semarang. Kopi di Jawa memang beragam rasa di kota-kota di pulau ini.
Jika digarap maksimal, maka lahan dan kayu Perhutani akan terjaga dari pencurian dan pengrusakan. Sedang rakyat mendapatkan penghasilan baik sebagai tambahan ataupun utama.
Tapi, tunggu dulu, Perhutani ke depan sebaiknya, berperan sebagai produsen kopi baru dengan melakukan investasi.
Editor : Editor
