Penutupan Selat Hormuz jalur penting bagi sekitar 20 persen pasokan minyak global—ikut memicu lonjakan harga. Selain itu, fluktuasi nilai tukar rupiah turut memperberat tekanan.
Mengacu pada Kepmen ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, harga BBM non-subsidi memang mengikuti mekanisme pasar global.
Di sisi lain, pemerintah tetap mempertahankan harga BBM subsidi dan penugasan dengan menambah alokasi subsidi. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Dengan kebijakan ini, Pertamax dan Pertalite tetap menjadi “tameng” bagi daya beli rakyat di tengah badai harga energi global. (***) Editor : Editor