Dony Oskaria Ungkap Visi Ekonomi Pemerintah Prabowo: Pangan, Energi, dan SDM

Kepala BP BUMN Dony Oskaria memaparkan visi ekonomi Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada ketahanan pangan, energi, dan penguatan sumber daya manusia dalam sebuah acara di Jakarta. (Foto: Ist)
Kepala BP BUMN Dony Oskaria memaparkan visi ekonomi Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada ketahanan pangan, energi, dan penguatan sumber daya manusia dalam sebuah acara di Jakarta. (Foto: Ist)

Jakarta, – Kepala BP BUMN sekaligus COO Dony Oskaria memaparkan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam mentransformasi ekonomi nasional melalui peran strategis badan usaha milik negara (BUMN). Dalam paparannya, Dony juga melontarkan sindiran keras kepada pihak yang gemar mengkritik program pemerintah tanpa memahami tujuan besarnya.

“Kita adalah bagian dari pemerintah, dan harus mampu menjelaskan kenapa kebijakan itu diambil,” ujar Dony, Selasa (21/4/2026) dalam sebuah acara di Jakarta.

Menurutnya, terlalu banyak pihak yang sibuk menilai program dari permukaan, namun enggan memahami alasan mendasar di balik setiap kebijakan yang dijalankan pemerintah.

Prabowo Ubah Pertumbuhan Semu Jadi Nyata

Dony menjelaskan Presiden Prabowo ingin mengubah pola artificial economic growth menjadi fundamental economic growth. Ia menilai pertumbuhan ekonomi selama ini tampak baik secara angka, tetapi manfaatnya belum dirasakan merata oleh rakyat.

Kemiskinan, kata dia, masih tinggi, kelas menengah melemah, dan ketimpangan ekonomi masih melebar.

“Kita tumbuh, tapi pertumbuhan itu tidak nyata. Dinikmati kelompok tertentu saja. Itu artificial,” tegasnya.

Karena itu, pemerintah ingin membangun pertumbuhan ekonomi dari bawah, berbasis pemerataan, keberpihakan, dan kesejahteraan rakyat luas.

Ketahanan Pangan dan Jawaban untuk Para Peragu

Pilar pertama adalah ketahanan pangan. Pemerintah mendorong swasembada melalui pencetakan sawah baru, pembangunan irigasi, perlindungan lahan pertanian, serta penguatan cadangan pangan nasional.

Dony menyinggung pihak yang meragukan target swasembada pangan dan menyebutnya mustahil.

“Kita sering dengar swasembada itu bohong, tidak mungkin. Barangnya ada di tempat saya. Gudang kita bahkan masih kurang dan masih menyewa,” ujarnya.

Editor : Editor
Banner Sekjen PWI PusatBanner Rahmat Saleh - Milda Berdaya
Bagikan

Berita Terkait
Terkini