Mewakili Pemerintah Malaysia, Wakil Menteri Komunikasi Teo Nie Ching dalam sambutannya menegaskan komitmen Malaysia untuk terus mendukung kebebasan pers yang bertanggung jawab serta memperkuat kolaborasi media di kawasan ASEAN.
“Pemerintah Malaysia memandang peran jurnalis sangat strategis dalam menjaga kualitas demokrasi dan kepercayaan publik. Di era digital dan kecerdasan buatan, kolaborasi lintas negara menjadi semakin penting untuk memastikan informasi yang beredar tetap akurat, berimbang, dan dapat dipercaya,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas jurnalis dalam menghadapi disrupsi teknologi.
“Kami mendorong organisasi seperti CAJ untuk terus menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kompetensi jurnalis, termasuk dalam pemanfaatan teknologi AI secara etis dan profesional,” tambahnya.
Memasuki sesi berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan Board Meeting II yang dipimpin oleh Presiden CAJ terpilih dengan agenda utama peluncuran KL Declaration serta Action Plan periode 2026–2028.Selain itu, rangkaian kegiatan hingga 30 April 2026 juga diisi dengan forum diskusi, networking antar delegasi, serta seminar internasional bertajuk Journalism & AI Era yang membahas tantangan dan peluang dunia jurnalistik di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, CAJ diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antarjurnalis di kawasan ASEAN sekaligus merumuskan langkah strategis dalam menghadapi transformasi industri media global. (***)
Editor : Editor