Sementara itu, Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Dharmasraya,Hj. Rafnelly Rafki Marlon menegaskan bahwa dengan latar belakang sejarah panjang serta masyarakat Dharmasraya yang heterogen, kondisi tersebut semestinya menjadi faktor pendorong lahirnya kekuatan ekonomi kreatif yang berbasis pada kerajinan lokal dan budaya daerah.
Menurutnya, kekayaan sejarah dan keberagaman sosial yang dimiliki Dharmasraya merupakan modal besar untuk melahirkan produk-produk unggulan yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki identitas khas daerah. Karena itu, Dekranasda harus hadir sebagai wadah yang mampu menggerakkan potensi tersebut agar berkembang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa Dekranasda ke depan harus mampu mandiri secara finansial dan tidak hanya bergantung pada dana hibah APBD. Menurutnya, Dekranasda perlu memiliki unit usaha produktif yang dapat menjadi sumber pendapatan untuk membiayai program pembinaan para pengrajin.
Ia menyebut potensi besar Dharmasraya dapat dikembangkan melalui pusat produksi dan konveksi terpadu untuk batik serta seragam sekolah, pengolahan limbah lidi sawit menjadi produk kriya bernilai ekspor, hingga pembangunan galeri dan rest area premium di jalur lintas Sumatera sebagai pusat oleh-oleh khas Dharmasraya.Selain itu, Dekranasda juga mendorong penguatan jasa desain dan kurasi produk bagi UMKM, termasuk dalam hal branding kemasan, sertifikasi produk, hingga peningkatan daya saing pasar. Workshop edukasi dan wisata budaya seperti galeri belajar membatik dan menenun juga dinilai berpotensi menjadi kekuatan ekonomi kreatif baru bagi daerah.
Editor : MS