Fadly Amran Tinjau Cold Storage dan Targetkan Produk Laut Padang Naik Kelas

Wali Kota Padang, Fadly Amran, meninjau langsung kondisi fasilitas produksi di Sentra Pengolahan Perikanan (SPP) Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Rabu (20/5/2026). (Foto Ist)
Wali Kota Padang, Fadly Amran, meninjau langsung kondisi fasilitas produksi di Sentra Pengolahan Perikanan (SPP) Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Rabu (20/5/2026). (Foto Ist)

Padang, - Wali Kota Padang, Fadly Amran, melakukan peninjauan ke Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sentra Pengolahan Perikanan (SPP) Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Rabu (20/5/2026).

Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka mengoptimalkan potensi industri perikanan dan memperbaiki fasilitas produksi agar mampu menembus pasar ekspor.

Dalam peninjauan tersebut, Fadly Amran didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Dinas PUPR Malvi Hendri, Kepala Dinas Perdagangan Fizlan Setiawan, Camat Koto Tangah Rio Ebu, serta Sekretaris Dinas Perikanan dan Pangan Danti Arvan.

Di lokasi, Wali Kota mendapati bahwa sejumlah sarana dan prasarana, seperti selokan, tempat merebus ikan, rumah kaca, hingga fasilitas cold storage, belum berfungsi secara maksimal. Meski demikian, Fadly optimis bahwa sentra ini memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengolahan hasil laut unggulan di wilayah pesisir barat Sumatera.

“Banyak hal yang saya lihat harus menjadi fokus kita supaya sentra ini betul-betul menjadi alternatif bagi para nelayan dan juga penggiat usaha perikanan. Tadi saya juga berdiskusi dengan pihak akademisi terkait teknologi pengolahan, sehingga ketika terjadi perubahan cuaca, mutu hasil olahan tetap terjaga secara konsisten,” ujar Fadly Amran.

Lebih lanjut, Wali Kota meminta Dinas Perikanan dan Pangan untuk menyiapkan langkah strategis. Ia mendorong agar hasil produksi ikan nelayan dapat diolah langsung di kawasan tersebut dengan standar mutu yang tinggi.

Sementara itu, Fadly juga berharap agar Sentra SPP menghasilkan produk unggulan yang telah bersertifikasi. Dengan demikian, pemasaran tidak hanya menyasar grosir, tetapi juga mampu menembus supermarket dan pasar ritel modern.

“Saya berharap berbagai permasalahan yang ada bisa diidentifikasi lebih dahulu. Nanti akan kita bahas pada perubahan anggaran, sehingga program-program prioritas untuk perbaikan sentra ini bisa mulai dijalankan,” katanya.

Di sisi lain, Sekretaris Dinas Perikanan dan Pangan, Danti Arvan, menjelaskan bahwa sentra ini telah dibangun sejak tahun 2012 dengan lahan seluas sekitar 1,8 hektar.

“Secara fisik, fasilitas kawasan tersebut cukup memadai, namun masih menghadapi sejumlah kendala, terutama pada aspek sumber daya manusia, perawatan peralatan, dan keberlanjutan operasional fasilitas produksi,” ujarnya.

Editor : Editor
Banner Infografis
Bagikan

Berita Terkait
Terkini