Jakarta, - Pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia terus dipercepat. Hingga 24 Mei 2026, proyek yang dikerjakan tujuh BUMN Karya tersebut telah mencakup 86 lokasi dengan total melibatkan 67.542 tenaga kerja.
Rata-rata progres pembangunan saat ini telah mencapai 62,19 persen. Seluruh proyek ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026 sebagai bagian dari upaya menghadirkan akses pendidikan yang lebih merata dan inklusif bagi masyarakat.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menggelar pertemuan bersama jajaran Direksi Karya Group guna membahas percepatan pembangunan Sekolah Rakyat.
Dony Oskaria menegaskan pentingnya memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai target. Danantara Indonesia disebut fokus memberikan dukungan pada aspek pendanaan dan monitoring progres proyek.
Sementara itu, BP BUMN mendorong penguatan aspek legal serta hubungan kelembagaan bersama Kementerian Pekerjaan Umum guna mempercepat penyelesaian pembangunan di lapangan.
Sejumlah langkah strategis juga disiapkan untuk menjaga keberlanjutan proyek.Dukungan pendanaan akan terus diperkuat demi membantu kelancaran pelaksanaan pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah.
Selain itu, BUMN Karya didorong lebih selektif dalam memilih vendor dan subkontraktor agar kualitas pembangunan tetap terjaga. Monitoring progres proyek pun dilakukan secara berkala setiap pekan agar berbagai hambatan dapat segera ditindaklanjuti.
Melalui pengawalan intensif BP BUMN bersama Danantara Indonesia, pembangunan Sekolah Rakyat diharapkan menjadi fondasi pemerataan akses pendidikan yang lebih berkualitas bagi masyarakat Indonesia.
Sinergi BUMN dalam proyek ini tidak hanya berfokus pada percepatan pembangunan fisik, tetapi juga memastikan kualitas proyek, keberlanjutan pelaksanaan, serta manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (***)
Editor : Editor